ACEH TAMIANG-TURANGNEWS.COM-Duka warga Dusun Karya, Desa Seumadam, Kabupaten Aceh Tamiang belum usai. Belum sempat dana Jadup (Jaminan Hidup) cair, banjir kembali merendam pemukiman warga pada Minggu (12/10/2025) malam sekira pukul 24.00 WIB.
Menurut informasi yang dihimpun, puluhan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air masuk ke dalam rumah. Bahkan satu unit rumah milik kakak kandung Inun, salah satu korban banjir, kondisinya paling parah. Arus banjir yang deras menggeser rumah kayu tersebut hingga kurang lebih 300 meter dari pondasi asalnya.
"Duit Jadup belum cair sudah kebanjiran lagi buk, nikmat dari Allah ini buk," sebut Inun dengan nada pasrah saat dikonfirmasi wartawan ini.
Inun menceritakan, air mulai masuk ke dalam rumahnya tepat tengah malam. Saat ini ia bersama keluarga terpaksa mengungsi ke rumah mertua untuk menyelamatkan diri.
"Air sudah masuk rumah buk jam 24.00 WIB tadi malam, saat ini kondisinya kami sudah mengungsi ke tempat mertua buk," sebut Inun melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (13/10/2026).
Kondisi yang lebih memprihatinkan dialami kakak Inun. Rumahnya yang bergeser ratusan meter kini mulai diperbaiki secara swadaya.
"Rumah kakak awak lebih parah lagi buk, bergeser kurang lebih 300 meter dari tempatnya buk, kondisinya saat ini mulai diperbaiki lah buk, dapat bantuan Baitul Mal Kalsibot 5, kayu 10 batang dan seng 5 keping buk, kalau rumah yang lain Kalsibotnya 10 rata-rata lho buk, selebihnya pakai uang mamak lah buk karena banyak yang rusak," jelasnya saat ditanya soal sumber dana perbaikan.
Dari foto yang diterima redaksi, terlihat dua kondisi yang memilukan. Satu rumah bercat hijau toska masih terkepung air banjir yang belum surut. Sementara satu rumah kayu lainnya tampak miring, pondasinya lepas dan puing-puing papan berserakan di sekitarnya akibat terseret arus.
Hingga berita ini diturunkan, warga Dusun Karya sangat berharap perhatian dan bantuan tanggap darurat dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, BPBD, serta Baitul Mal Aceh Tamiang. Selain bantuan material yang masih minim, warga juga menunggu kepastian pencairan dana Jadup yang tak kunjung cair, padahal mereka harus kembali membangun rumah dari awal. (SA).
Editor : Eka Ratna Dilla SH.




