-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua NARASI PRESISI NKRI Raden Dedek Sumarnak Meminta Ketegasan Kapolres Tapteng Usut Kasus Penganiayaan Wartawan.

Jumat, 30 Januari 2026 | 00.49.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-30T08:49:39Z

Keterangan Photo : Ketua Narasi Presisi NKRI Raden Dedek Sumarnak SH, Minta Kapolres Tapteng Usut Tuntas Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wartawan.


MEDAN-TURANGNEWS.COM-Ketua NARASI PRESISI NKRI Raden Dedek Sumarnak SH meminta ketegasan Kapolres Tapteng untuk mengusut atas insiden kasus meninpa wartawan. Yang Merupakan Anggota NARASI PRESISI NKRI di Tapteng Wilayah Hukum Polres Tapteng Polda Sumut, hal disampaikan Dedek Sumarnak ke Wartawan, Jum'at (30/01/2026).


Menurut Dedek Sumarnak, Korban yang bernama Marhamadan Tanjung, merupakan Wartawan yang juga merupakan pengurus NARASI PRESISI NKRI, ke saya Marhamadan mengaku dipukuli saat menjalankan tugas jurnalistik bersama Erik Pasaribu, seorang aktivis dari Organisasi Laskar Gibran.


Peristiwa tersebut terjadi di depan kediaman Bupati Tapteng, di wilayah Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (29/1/2026) sore.


Marhamadan menjelaskan, kedatangannya bersama Erik bertujuan untuk mengonfirmasi informasi yang menyebutkan bahwa rumah yang saat ini ditempati Bupati Tapteng,  merupakan rumah pribadi milik seseorang yang disewa,Bupati Tapteng  bukan rumah dinas. Bupati.


Padahal, Bupati Tapteng diketahui memiliki rumah dinas resmi di Kota Sibolga yang berada tepat di samping Kantor Wali Kota Sibolga.


“Saat itu kami datang dan meminta izin kepada Satpol PP untuk konfirmasi. Namun Satpol PP mengatakan tidak bisa karena sudah perintah dan ada aturannya. Kami pun berniat pulang,” ujar Marhamadan saat ditemui di Polres Tapteng.


Namun, tak lama berselang, beberapa orang yang diduga ajudan Bupati datang menggunakan mobil dan sepeda motor. Menurut Marhamadan, mereka kemudian melakukan interogasi terhadap dirinya dan Erik. Situasi memanas hingga terjadi pemukulan terhadap Erik.


“Erik diinterogasi, ditanya siapa yang menyuruh. Terjadi cekcok, lalu Erik dipukul. Jarak saya dengan Erik sekitar satu meter,” jelasnya.


Perbuatan Anarkis tersebut merupakan bukan Melain kan ajudan seakan Bupati Tapteng memelihara Seorang Preman Bayaran agar Tidak terungkap Soal kasus rumah milik Seseorang yang diduga ajang dijadikan Rumah dinas Bupati Tapteng ini lah dobrok dan keburukan Bupati Tapteng memelihara preman Untuk Menganiaya seorang Wartawan yang merupakan Anggota dari NARASI PRESISI NKRI. (TIM).

×
Berita Terbaru Update