-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendiri SPBUN Pertanyakan Hilangnya Ribuan Hektare Lahan PTPN II Tanjung Morawa.

Minggu, 01 November 2026 | 05.21.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-01T13:21:55Z
Keterangan Photo : HN Serta Ginting sosok pendiri Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN), dan Ketua Umum Federasi SPBUN pertama.

MEDAN-TURANGNEWS.COM-Pernyataan keras dilontarkan tokoh perkebunan yang dikenal memiliki jasa besar bagi PTPN di era 90-an. Ia adalah HN Serta Ginting, sosok yang mengawali karir sebagai centeng Kebun PTPN, pendiri Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN), dan Ketua Umum Federasi SPBUN pertama.


Telah melalui masa sulit pembangunan hingga masa keemasan PTPN, pria yang akrab disapa Bang Serta ini kini lantang mengkritik tata kelola PTPN yang dinilainya serba coba-coba dan kehilangan arah.


"Saya heran dan bertanya-tanya, kemana hilangnya ribuan hektare lahan PTPN II Tanjung Morawa yang dulu sangat luas?" ujar Serta Ginting dengan raut kecewa saat ditemui, Minggu (02/11).


Menurutnya, informasi yang ia himpun di lapangan menunjukkan adanya penyusutan lahan secara masif yang kini tidak lagi diusahakan oleh PTPN II.

"Saya dapat cerita ada 8.000 ha, ada 5.873 ha, dan ada 3.000 ha. Lahan-lahan itu tidak lagi diusahai oleh PTPN, tapi sudah dikuasai pihak lain. Aneh ya, Perkebunan Negara kok lahannya habis dan hilang ribuan hektare santai-santai saja. Kemana negara kok tidak dipertanyakan hal ini ?" tegasnya.


Serta yang juga pernah malang melintang di dunia legislatif, dari DPRD hingga Senayan, menilai hilangnya lahan tersebut berdampak langsung pada nasib pekerja.


"Dengan ribuan hektare hilang, pasti korbannya adalah karyawan kita. Mereka kehilangan ancaknya, tempat mereka menggantungkan hidup setiap hari. Kenapa seperti ini masih bisa dibilang untung? Ini yang menjadi tanda tanya besar," katanya.


Soroti Aset Terbengkalai.


Tak hanya soal lahan HGU, Serta juga menyoroti terbengkalainya aset-aset strategis PTPN lainnya. Salah satunya adalah aset lahan Taman Pramuka di Sibolangit yang kini tidak berfungsi. Padahal, kawasan tersebut dahulu menjadi ikon kegiatan Jambore Pramuka nasional.


"Kini tinggal cerita sedih," ujarnya.

Ia juga menyayangkan hancurnya aset bangunan milik PTPN berupa perkantoran, rumah sakit, dan gedung-gedung yang tidak dirawat dan beralih penguasaan. Salah satu contoh yang ia sebut adalah eks Rumah Sakit Tembakau Deli yang kini disulap menjadi kawasan kuliner.


"Ini sangat menyedihkan. Aset bersejarah dibiarkan rusak dan berpindah tangan tanpa kejelasan," imbuhnya.


Dugaan Alih Fungsi Jadi Perumahan Mewah


Berdasarkan penelusuran awak media, lahan seluas 8.000 hektare yang dimaksud Serta Ginting diduga merupakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang dikerjasamakan melalui skema Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak ketiga. Lahan perkebunan tersebut diduga telah dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan mewah bertajuk Deli Megapolitan.


Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PTPN II belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan hilangnya ribuan hektare lahan tersebut. (SA).

Editor : Eka Ratna Dilla SH.

×
Berita Terbaru Update