SIMALUNGUN-TURANGNEWS.COM-"Setahu kita bang banyak juga yang menjadi Korban Jiwa pasca Terbakarnya bangunan berlantai Empat salah satu Pabrik yang disebut sebut milik Negara Turky yang memproduksi Sabun itu tak di Garis Polisi atau Polis Line padahal setau kita diduga banyak memakan korban jiwa " demikian dikatakan Warga Sekitar lokasi kebakaran di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diresmikan presiden ke 7 Ir Joko Widodo, pada 6 September 2026 , dari sejumlah informasi dari dihimpun Rekasi dari warga itu, awak media menyambangi lokasi Kebakaran di Desa Perkebunan Sei Mangke Kecamatan Bandar Kebupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu dan Minggu 5 dan 6 September 2026 tak nampak nampak Polis line dan Personel Polisi tampak di sekitar lokasi Insiden .
Kebakaran Bangunan Pabrik itu berawal asal api dari lantai 3 terbakar hebat dan hampir memusnahkan bangunan Empat Lantai dan bangunan Megah dibawanya .tampak sejumlah pekerja memakai Helm tampak berkeliaran tak jauh dari lokasi itu pada pukul 15 00 dan 18.00 WIB .
Pantauan media dilokasi jalan utama kawan itu ,tampak mobil pribadi Parkir dan kemudian pergi silih berganti didepan lokasi kebakaran diduga warga luar daerah Simalungun ingin melihat langsung sisa puing puing kebakaran, warga sekitar menyebut para korban banyak diluar Kecamatan Bandar .
Warga menyebut tak lengkapnya arus Darurat bagi pekerja seperti Tangga Darurat dari luar gedung tak tersedia diduga penyebab banyaknya korban diduga terbakar dan lompat dari atas bangunan .
Awak media berusaha mengkonfirmasi penanggung Jawab Pabrik namun pagar terkunci rapat dan tak tampak pihak Pabrik berada di gerbang masuk lokasi diduga Insiden itu
Warga juga berharap pemerintah pusat harus memperhatikan Keselamatan Kerja Para Pekerja di Kawasan KEK agar tak menambah korban jiwa dan menindak tegas jika terbukti dugaan kelalaian penanggung jawab Pabrik dan mencari penyebab pasti kebakaran. (ZA).
Editor : Eka Ratna Dilla SH.



