-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gerbang Kota Kisaran Jadi Jalur Maut, Jalan Lintas Sumatera Kisaran Timur-Sei Dadap Jadi Perangkap Nyawa, Pemerintah Dimana ?

Senin, 21 September 2026 | 04.34.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-21T11:34:50Z

Keterangan Photo : Kondisi Jalan Lintas di Sekitar Kisaran Timur Menuju Sei Dadap.

ASAHAN-TURANGNEWS.COM-Ini bukan lagi jalan rusak. Ini jebakan maut. Ruas Jalan Lintas Sumatera yang menjadi wajah dan gerbang utama Kabupaten Asahan, tepat di Kelurahan Kisaran Timur berbatasan dengan Sei Dadap I/II, sekitar Tugu Kisaran - Sentang, kini hancur lebur tanpa perhatian. 


Ironis. Jalan nasional yang menjadi urat nadi ekonomi Sumatera, dilalui ribuan kendaraan logistik, bus antar provinsi, pelajar, hingga mobil pejabat setiap hari, dibiarkan berlubang dalam dan menganga seperti kubangan kerbau. Kondisi ini sudah berlangsung lama. Sabtu, 20/09/2026.


FAKTA LAPANGAN : BUKAN RUSAK, TAPI DIBIARKAN HANCUR.


Pantauan warga menunjukkan kerusakan yang sistematis dan berbahaya :


• Lubang Maut Tersebar: Bukan satu-dua titik, tapi puluhan lubang besar dan dalam menghiasi jalur padat, terutama di perbatasan Desa Sei Dadap I/II. 


• Perangkap Tak Kasat Mata: Saat malam tanpa penerangan dan saat hujan, lubang tertutup genangan air keruh. Pengendara tak bisa melihat. Kecelakaan tinggal menunggu waktu. 


• Rem Mendadak = Tabrakan Beruntun: Pengendara roda dua harus zig-zag maut, roda empat mengerem mendadak dan banting setir. Risiko tabrakan beruntun sangat tinggi. 


• Warga Tekor, Negara Diam: Ban pecah, velg bengkok, suspensi jebol sudah jadi makanan sehari-hari. Semua kerugian ditanggung rakyat sendiri. Ganti rugi ? Nihil. 


Seorang warga yang setiap hari melintas dengan nada geram mengatakan :


"Sudah muak kami. Dilaporin sudah, disurvei petugas berkali-kali sudah, difoto-foto sudah. Hasilnya ? NOL BESAR! Ada yang dikorek, ditinggal begitu saja tidak ditambal balik. Kalau malam lewat sini, kami pertaruhkan nyawa. Kalau ada yang mati di sini, siapa yang mau tanggung jawab ? Bupati ? BPJN ? Kontraktor ?"


INI GERBANG KOTA, BUKAN KUBANGAN KERBAU.


Malu! Itulah kata yang pantas. Tugu Kisaran adalah ikon, gerbang selamat datang ke jantung Asahan. Tapi apa yang disuguhkan ? Jalan hancur yang menyambut setiap tamu, investor, dan warga dengan debu, lubang, dan bahaya. Citra Asahan dirusak oleh pembiaran ini.


5 TUNTUTAN RAKYAT - TIDAK BISA DITAWAR.


Masyarakat Kisaran Timur dan Sei Dadap bersatu menuntut :


1. TURUN SEKARANG! Bupati Asahan dan Kepala BPJN Sumatera Utara jangan hanya duduk di kantor AC. Turun ke Tugu Kisaran, injak lubangnya, rasakan bahayanya.


2. HENTIKAN TAMBAL SULAM! Kami tidak butuh tambalan asal-asalan yang hancur dalam seminggu. Kerjakan perbaikan total dengan kualitas tahan lama. Uang rakyat bukan untuk proyek abal-abal.


3. PASANG TANDA BAHAYA, Sebelum korban jiwa jatuh, pasang lampu peringatan, rambu, dan pengaman di titik-titik maut malam ini juga.


4. KONTRAKTOR NAKAL WAJIB BERTANGGUNG JAWAB, Jika ada galian utilitas atau proyek kontraktor yang mengorek jalan, WAJIB kembalikan seperti semula. Jangan tinggalkan lubang warisan berbahaya.


5. JANGAN JADIKAN GERBANG KOTA JADI BAHAN TERTAWAAN! Perbaiki marwah Kisaran.


Pesan terakhir dari warga sangat jelas :


"Jalan ini bukan warisan pejabat, bukan milik kontraktor. Ini jalan milik rakyat. Pajak kami sudah dibayar, anggaran negara sudah ada triliunan. Mana bukti kerjanya? Kami tidak akan diam. Kami akan awasi, kami akan video-kan, kami akan viralkan. Jika dalam 7 hari tidak ada tindakan nyata, kami akan datang dengan massa yang lebih besar menuntut pertanggungjawaban di depan kantor yang berwenang."

Masyarakat menunggu realisasi, bukan janji. (SA).

Editor : Eka Ratna Dilla SH.

×
Berita Terbaru Update