Keterangan Photo : Sejumlah Mahasiswa Demo Terobos Kantor Bupati Minta Hari Sapna di Tangkap dan Dicopot dari Kadinkes Asahan, Senin (25/05/2026).
ASAHAN-TURANGNEWS.COM-Aksi Mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya RISE (REPUBLIC OF INDONESIA’S SOCIETY FOR EMPOWERMENT), mendesak Bupati Asahan untuk mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan bernama Hari Sapna dari jabatannya, aksi hampir ricuh karena tidak ada satu orang pun pejabat yang berani menemui mahasiswa.
Puluhan mahasiswa ini merasa kesal karena aspirasinya tidak ditanggapi, akhirnya menerobos masuk keruangan Bupati dan melakukan sweeping.
"Copot Hari Sapna !! Penjarakan Kadis Kesehatan !!! Kami mendesak Bupati Asahan segera mencopot kadis kesehatan hari sapna karena diduga korupsi untuk memperkaya diri sendiri dan antek-anteknya", teriak Kordinator lapangan akbar yang merupakan kader HMI, yang diikuti teriakan sejumlah Mahasiswa di Polres dan Kantor Bupati Asahan pada Senin Pagi (25/5/2026).
Dalam orasi yang disampaikan sejumlah mahasiswa telah menemukan kejanggalan anggaran pengadaan habis pakai pada tahun 2023 di dinkes asahan mencapai 3,7 Miliar yang awalnya hanya dianggarkan 500juta.
"Kami merasa janggal setelah mengkroscek anggaran pengadaan habis pakai yang awalnya dianggarkan 500juta dalam APBD lalu naik ke menjadi 3,7 Miliar di P.APBD untuk dinas kesehatan, karena anggaran untuk Puskesmas sudah ditampung dimasing-masing kegiatan. Jadi untuk apa anggaran yang fantastis itu di dinas kesehatan", jelas eno salah satu demonstran.
Ditambahkan koordinator lapangan Akbar, pengelolaan dan pengangkutan limbah B3 puskesmas diduga tidak sesuai aturan yang berlaku yang menyebabkan pencemaran lingkungan.
"Kami juga menemukan limbah b3 setiap puskesmas dikelola dan diangkut asal-asalan tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang dampaknya kepada kesehatan kepada masyarakat yang sangat beresiko buruk," tegasnya.
Orasi dan sweeping di ruang kerja Bupati Asahan, akhirnya mahasiswa ini ditemui oleh Wakil Bupati Asahan Rianto, SH, MH.
"Kami sedang menjalankan Rapat Koordinasi, besok hubungi saya yah biar bahas dan tindaklanjuti persoalan ini", ucapnya kepada pengunjuk rasa.
Aksi yang dipimpin Raden Dimas ini lanjut ke Polres Asahan untuk menyampaikan laporan resmi atas dugaan tindak pidana yang terjadi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan.
"Kedatangan kami disini ingin menyampaikan laporan kepada Kapolres Asahan secara langsung dengan lisan dan tertulis atas pelanggaran dugaan tindak pidana yang dilakukan Kepala Dinas Kesehatan bersama-sama kepala puskesmas", tegas dimas.
Kedatangan para mahasiswa disambut hangat oleh Kasat Reskrim Polres Asahan dan laporan puluhan mahasiswa tersebut diterima.
"Bapak Kapolres sedang tidak ditempat, silahkan laporannya masukan ke bagian umum kalau mau langsung ke Bapak Kapolres yah, nanti beliau yang disposisi", ucap Simamora.
Setelah memastikan laporan tertulis sudah diterima, puluhan mahasiswa membubarkan diri. (ZA).


