MEDAN-TURANGNEWS.COM-Banyaknya keluhan dan curhatan masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang diunggah lewat tiktok dan Facebook, tentang dugaan ketidakadilan dan Ketidaktransparan dalam pendataan untuk bantuan korban berdampak banjir, membuat Pimpinan Umum/Redaksi Media Online SUMUTBRANTAS.COM, "Supri Agus. S.Pd" terpanggil untuk mencoba menyampaikan lewat tulisan ini ke Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, Menteri Koperasi, Menteri Keuangan, Menteri Desa, Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Tamiang.
"Banyaknya tuitan dari Warganet dari Aceh Tamiang yang mengistilahkan "Tamiang Maling Keadilan" (TMK), dampak adanya dugaan rasa tidak transparan dan tidak adil dalam pendataan untuk korban banjir dari warga Aceh Tamiang terkait, Protes Sosial, dimana Frasa ini digunakan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkab Aceh Tamiang atau penegakan hukum setempat, dengan tuduhan bahwa keadilan "dimaling" atau tidak ditegakkan dengan benar," sebut Supri Agus di Kantor Redaksi Media Online SUMUTBRANTAS.COM yang beralamat di Jalan Marelan Raya, Link 1 Gg Mayor, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Sumatera Utara, Rabu (04/02/2026) sekira pukul : 10.30 WIB.
Menurut Supri Agus, defenisi frasa "maling" merujuk pada dugaan ketidakadilan, dan kelihatannya ini bukan sekadar tindak pidana pencurian biasa, dan Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polres Aceh Tamiang dianggap aktif menangani berbagai kasus kriminal seperti pencurian, narkotika, dll, namun jalannya dugaan ketidakadilan dan Tidak transparan untuk penyaluran bantuan ke Warga yang berdampak musibah, Polres Aceh Tamiang dan jajarannya terkesan bungkam bahkan ngikut apa yang dibuat oleh para Oknum Kepala Desa yang tidak lebih mengutamakan kelompoknya atau keluarganya saja, kita berharap adanya perhatian khusus dari Kepolisian, Pimpinan Pusat, Propinsi dan Kabupaten untuk bisa lebih transparan dan adil," sebutnya.
Berikut cuplikan lewat Facebook yang menjadi perhatian SUMUTBRANTAS.COM :
Dari Akun FB "Peserta Anonim" :
"KU REHAB LANGSUNG RUMAHKU. KU BERSIHKAN DARI BANJIR. KU PINJAM UANG UNTUK MEREHABNYA. DATANG TIM SURVEI. RUMAH BAPAK TIDAK RUSAK DAN BAGUS. JADI BAPAK NGGAK DAPAT BANTUAN RUSAK RINGAN. TERUS HUTANGKU ITU BAGAIMANA. DI TANGAN MANUSIA-MANUSIA ITU YANG SURVEI. Tidak ku bersihkan tidak ku rehab pening juga kepalaku tinggal di rumahku. Ku bersihkan ku rehab ku bayar orang aku beli bahan. PAS DISURVEY UDAH BERSIH DAN KEREN. SERBA SALAH DIBUAT PEMERINTAH. Kl TDK mau kasi atau ulur waktu nanti berbunga uang itu pak bup. Kl ga mau kasi tegas aja ga ada istilah SANGGAH. Knapa hrs ISTILAH SANGGAH."
Dari Akun Facebook "Epam Boy" :
ACEH TAMIANG LAMPU KUNING ⚠️
"Apakah seluruh masyarakat korban bencana Aceh Tamiang yang menjadi korban ketidakadilan "SIAP BERJUANG Dan TURUN AKSI di JALAN...?" demi memperjuangkan Hak kita bersama.
Sumber; Khaidir Azhar (ai Garang)
Dari Akun Facebook "Tugiman Mar."
BUAT BAPAK ATAU IBU PEJABAT KANTOR BUPATI ACEH TAMIANG ... KENAPA PAKAI HITUNGAN TMK , AP RUMAH YG DI HITUNG TMK RUMAH TIDAK RUSAK . MEMANG RUMAH HITUNG TMK , TAPI APA LUMPUR BANJIR TIDAK MASUK KE RUMAH YG HITUNGNGAN TMK ... PAKAI PIKIRAN SEBELUM BICARA BOS , PANTAS MACAM PEJABAT SEPERTI KALIAN BILANG TAMIANG BAIK BAIK AJ ....
Dari Akun Facebook "Epam Boy" :
Rumah bupati Aceh Tamiang yang berada di gang bengkong desa bukit tempurung TERVERIFIKASI oleh tim survei dengan kondisi "RUSAK BERAT" hal tersebut disampaikan secara langsung oleh "Agam" dalam laman media sosialnya.
"Lantas kami sebagai rakyat bertanya bagaimana sebenarnya kriteria bantuan stimulan rumah korban bencana Aceh Tamiang"
Ribuan Rumah masyarakat kondisi tinggal pondasi,hanyut, Roboh, masuk kedalam TMK (tidak masuk kategori), dan harus melewati juta-an ujian didalam kesengsaraan rakyat sementara rumah yang berdiri kokoh milik bupati Aceh Tamiang seperti di gambar sudah masuk kedalam kategori rumah RUSAK BERAT.
Mengakhiri keterangannya Supri Agus menyebutkan, "dan masih banyak lagi kita lihat di Media Sosial tentang curhatan warga Aceh Tamiang, hanya dua kata yang dibutuhkan oleh Warga Aceh Tamiang saat ini, "Terbuka dan Adil" untuk cerita bantuan korban banjir, mengingat Musibah Banjir kemarin berdampak ke semua orang khususnya warga Aceh Tamiang, katakanlah ringan jika memang rusak ringan, begitu juga dengan rusak sedang, dan berat, jadi jangan ada dugaan di bolak balik, apalagi yang seharusnya benar-benar harus menerima bantuan justru tidak didata hanya karena rumahnya sudah direhab dari dana yang diperoleh ngutang, dampak lambanya turun bantuan,pungkasnya. (TIM).

