-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Petani di Dua Desa Kecamatan Perbaungan Resah, Tanaman Terendam Banjir Dampak Irigasi Yang Dibangun BWS Diduga Tidak Menyesuaikan Lingkungan.

Minggu, 15 Februari 2026 | 21.06.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-16T05:06:53Z

Keterangan Photo : Cuplikan Banjir Yang Dialami Warga Desa Lidah Tanah dan Desa Kesatuan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Dampak Selalu Meluapnya Dam Irigasi di Lokasi Tersebut.


SERDANG BEDAGAI-TURANGNEWS.COM-Petani di Desa  Lidah Tanah dan Desa Kesatuan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara, kepada Wartawan ini mengeluh dampak banjir yang melanda tempat tinggalnya hingga merendam tanaman yang seharusnya tinggal nunggu panen, nyaris berdampak gagal panen dampak tanaman terendam air yang diakibatkan irigasi yang tidak di sesuaikan dengan kondisi di tempat tinggal mereka, Senin (16/02/2026) sekira pukul : 09.30 WIB. 


"Dulu sebelum di bangun irigasi di tempat tinggal kami ini jarang banjir pak, bahkan setahun sekali banjir juga belum tentu, turun hujan satu harian desa kami ini dulu tidak banjir pak, tapi sekarang hujan turun dua jam saja sudah seperti inilah pak, " sebut salah satu Warga yang bernama Parmin (54) tahun. 


"Sungai disini awalnya lebarnya berkisar antara 6 hingga 8 meter pak, tapi sejak dibangun irigasi dari proyek BWS Rawa 1 lebar sungai sekarang tinggal 1,5 meter saja pak, sejujurnya kami sangat kesal karena pembangunan di desa kami seharusnya bisa memberikan manfaat bukan mala menimbulkan petaka buat kami," sebut Parmin lagi. 


Senada juga di sampaikan oleh Ratno (48) tahun, "ada tiga desa yang warganya mayoritas petani di daerah sini yang selalu merugi jika sudah banjir pak, sekitar puluhan hektar areal yang ditanami berbagai tanaman seperti cabai, kacang-kacangan dan semangka juga tanaman lainnya, nyaris gagal panen jika sudah banjir begini pak, dan pihak Pemerintah mana peduli dengan nasib kami," ucap Ratno sambil menunjukkan tanamannya yang sudah terendam air dampak banjir. 


Terpisah Tokoh Masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai, "Sentosa" (46) tahun, saat dimintai pendapatnya tentang proyek yang di programkan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS), yang mengerjakan pembangunan irigasi di Desa Lidah Tanah, mengatakan, "itu proyek yang sudah diprogramkan oleh BWS bang, yang saat pengerjaannya dulu sebenarnya sudah di komplain warga, namun pembangunan terus berlanjut, jadi irigasi itu memang seharusnya dikonsep mengecil bang supaya air yang datang bisa deras untuk mengairi tanaman petani, namun konsep yang dibuat konsultan itu menurutku salah, sementara pihak vendor (pemborong proyek) mengerjakannya harus sesuai konsep gambar yang sudah digambar oleh konsultan, dampaknya saat ini kondisi dam irigasi itu tidak bisa membuang sehingga meluap dan setiap curah hujan tinggi dua jam saja pasti banjir bang," ungkapnya. 


"Jadi dugaanku dam irigasi itu di rancang oleh konsultannya tidak berpikir untuk jangka panjang, akibatnya karena dam irigasi itu hanya bisa menampung tapi tidak bisa membuang, yah gitulah dampaknya sekarang bang, hujan dua jam saja pasti banjir," sebut "Sentosa" lagi. 


Mengakhiri keterangannya "Sentosa" mengatakan, "solusinya menurutku pihak BWS harus mengkaji ulang dan segera mencarikan solusinya, seumpamanya dam irigasi itu kembali di konsep agar bisa membuang, jadi mana kala air sudah over bisa dibuang, bagaimana caranya pihak BWS lebih paham itu bang," pungkasnya. 


Sayangnya, hingga berita ini dirilis dan dikirim ke Redaksi hingga terbit, Wartawan ini belum berhasil mendapatkan klarifikasi dari pihak BWS yang menangani Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Harapannya dengan terbitnya berita ini ada penjelasan dari pihak BWS untuk mencari jalan keluar dari penderitaan warga Desa Lidah Tanah dan Desa Kesatuan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. (EDY).

×
Berita Terbaru Update