-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Meja Hijau Memanas !!! 7 Mahasiswa Hukum Battuta Sukses Pertahankan Skripsi Pidana di Medan, Berhak Menyandang Gelar SH.

Kamis, 17 September 2026 | 18.57.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-18T01:57:53Z
Keterangan Photo : Abdul Halil (paling kanan) Bersama Rekan Seangkatan Usai Sidang Skripsi Gelombang III Program Studi Hukum, Fakultas Hukum dan Pendidikan, Universitas Battuta yang digelar pada Senin, 14 September 2026, di Aula Universitas Battuta, Jalan Sei Batanghari No. 432 Medan.

MEDAN-TURANGNEWS.COM-Sidang skripsi bagi mahasiswa hukum sejatinya bukan sekadar ujian hafalan pasal. Lebih dari itu, ini adalah arena pembuktian ketajaman berpikir kritis, kemampuan menganalisis persoalan, merangkai argumentasi hukum, hingga mempertahankan hasil penelitian secara akademis dan bertanggung jawab.


Hal itulah yang terbukti dalam Sidang Skripsi Gelombang III Program Studi Hukum, Fakultas Hukum dan Pendidikan, Universitas Battuta yang digelar pada Senin, 14 September 2026, di Aula Universitas Battuta, Jalan Sei Batanghari No. 432 Medan.


Sebanyak 7 mahasiswa dan mahasiswi berhasil mempertahankan karya ilmiahnya di hadapan dewan penguji dan dinyatakan LULUS DENGAN PREDIKAT DENGAN PUJIAN serta berhak menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.). Sidang yang berlangsung dinamis dan alot tersebut berakhir sekira pukul 17.00 WIB dan langsung diumumkan hasilnya pada sore itu juga.

Adapun ketujuh sarjana hukum baru tersebut diantaranya, 1. Delina Giawa 2. Walderima Situmeang 3. Bualanama Bate’e 4. Indri Adelia 5. Abdul Halil 6. Hari Gunawan Nasution dan 7. Ayu Aditya .


Dalam sidang meja hijau ini, ketujuh peserta mempresentasikan penelitian dengan topik Hukum Pidana yang beragam, mengangkat isu-isu aktual seputar penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Kota Medan. Seluruh judul skripsi mengandung unsur kebaruan (novelty) dan orisinalitas.


Sidang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Hukum dan Pendidikan Universitas Battuta, Junaidi Lubis, S.H., M.H. selaku Ketua Sidang, didampingi Ketua Program Studi Hukum Juliya Maria, S.H., M.H. Turut hadir sebagai dewan penguji: Dr. Debi Masri, S.E., M.Ap., M.H., Dr. Muhammad Koginta Lubis, S.H., M.H., Leni Indrayani, S.H., M.H., dan Haris Dermawan, S.H., M.H. Para dosen pembimbing juga turut menguji secara silang dalam sesi ujian tertutup.


Proses tanya jawab berlangsung tajam dan dinamis. Para penguji menguliti setiap aspek penelitian, mulai dari latar belakang masalah, metodologi, hingga konsistensi kesimpulan dengan temuan lapangan.


"Sebagai Dekan, saya merasa puas yang luar biasa. Para peserta mampu menunjukkan prinsip orisinalitas, validitas, reliabilitas, dan objektivitas. Seluruh proses penelitian mengikuti metodologi yang ditetapkan, data dikumpulkan langsung dari lapangan, dianalisis secara sistematis, dan kesimpulan ditarik sesuai temuan. Alhamdulillah mereka berhasil mempertahankan argumentasi hukumnya secara lugas dan konsisten," ujar Junaidi Lubis, S.H., M.H. usai sidang.


Rasa haru dan syukur juga disampaikan oleh salah satu lulusan, Abdul Halil, S.H.


"Proses ini merupakan puncak dari perjalanan akademik yang penuh dinamika dan tantangan. Saya sangat bersyukur atas bimbingan para dosen dan dukungan keluarga. Penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi syarat kelulusan semata, melainkan dapat memberi sumbangsih pemikiran bagi penegakan hukum di Indonesia dan berdampak bagi masyarakat luas," ungkap Abdul Halil.


Dengan berakhirnya sidang ini, ketujuh lulusan baru tersebut selanjutnya akan mengikuti prosesi wisuda dan siap melangkah ke jenjang karier profesional di dunia hukum, baik sebagai praktisi, akademisi, maupun aparat penegak hukum.


Selamat mengabdi dengan gelar Sarjana Hukumnya. Terus tegakkan hukum, bela rakyat kecil yang membutuhkan pendampingan hukum. (*).

Editor/Redaksi: Eka Ratna Dilla, S.H.

×
Berita Terbaru Update