JAKARTA-TURANGNEWS.COM-Usai diumumkan berpendapatan Rp. 700.000/jam oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, rumah Susanah dipasang police line (garis polisi), Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Usut punya usut, ternyata langkah tersebut sebagai pembatasan akses, yang diambil perangkat desa setelah rumah semi-permanen milik Susanah mendadak diserbu awak media usai sosoknya diangkat dan dipuji langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI.
Potongan garis polisi berwarna kuning tampak terikat di atap teras rumah berukuran 3x3 meter tersebut, sementara gulungan garis serupa disiagakan warga di pos kamling ujung gang.
Pemasangan barikade tersebut disepakati oleh Ketua RW, Kepala Desa, dan Kepala Dusun guna meredam kerumunan wartawan sekaligus melindungi psikologis anak-anak Susanah yang ditinggal orang tuanya memenuhi undangan ke Istana Negara.
"Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral," ungkap Iis Isnawati, istri Ketua RT setempat, Senin (17/8/2026).
Iis menegaskan bahwa perangkat RT/RW meminta setiap media maupun instansi pemerintah, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), agar berkoordinasi terlebih dahulu sebelum mengambil dokumentasi di lokasi, setelah sebelumnya sempat mengambil gambar tanpa pemberitahuan.
Namun hal ini malah menjadi tanda tanya besar bagi warganet. Mereka menduga, pemerintah takut jika ada fakta baru yang terungkap.
"Ada-ada saja, kenapa sampai diberi police line ? Apa ada rahasia yang harus dilindungi?," tulis Khairul. (**).
Editor/Redaksi : Eka Ratna Dilla SH.



