-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

"SNR" Mengaku Lahannya Dikuasi Oknum Pensiunan ASN Dikjar Berinisal "ST", Modus Beli Seharga Rp. 50 Juta, Namun Sudah Dua Tahun Tidak Kunjung Dibayar.

Kamis, 18 Juni 2026 | 18.40.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-19T01:40:42Z
Keterangan Photo : Korban Berinisal SNR, "ST bukannya membayar tapi malah sibuk bercerita mengenai hartanya, seakan tuan takur yang tanahnya luas, mobil banyak, sepeda motor banyak dan proyek TK nya, namun sampai saya tunggu dengan memelas dengan menangis, tetap saja ST tidak ada membayar, malah mengatakan uangnya beratus juta untuk biaya bangun TK nya. 

KARANG REJO-TURANGNEWS.COM-Korban berinisal "SNR" kepada wartawan ini mengaku sedih dan kecewa, atas prilaku "ST" yang diduga sudah mengelapkan uang hak atas tanahnya senilai Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah), atas kesepakatan SNR dengan ST yang membeli tanah warisan dari orang tua SNR almarhum KM seluas satu rante (400 meter), sementara surat jual beli atau surat penyerahan tanah sudah tandatangani pada tanggal 24 Oktober pada 2024, dan perjanjiannya uang Rp. 50.000.000 akan di transfer ke nomor rekening SNR.


"Hak tanah atas nama saya sudah disepakati senilai Rp. 50 juta dengan luas satu rante, dan surat  jual beli atau surat penyerahan tanah sudah saya tandatangani pada tanggal 24 Oktober pada 2024, dan perjanjiannya uang Rp. 50.000.000 akan di transfer ke nomor rekening SNR, hingga kini belum juga dibayar oleh ST," sebutnya dengan nada sedih, Kamis (18/06/2026).


Selanjutnya, diketahui SNR (64) tahun beralamat di Karang Rejo dusun Cikal Bakal, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan wajah sedih menerangkan kepada Wartawan, tentang sikap ST (65) tahun yang merupakan pensiunan dari Dinas Pendidikan, yang akhirnya diketahui dari SNR jika ST adalah adik iparnya (suami dari adiknya yang berinisial SM 58 tahun) yang beralamat di dusun Pelita. 



Dalam penjelasannya SNR mengaku setelah tiga bulan uang belum juga ditransfer ke rekeningnya, akhirnya SNR meminta saran dan pendapat dari Kepala Lingkungan Cikal Bakal yang berinisial BS (37) tahun, untuk membantu menanyakan ke ST kenapa uang SNR belum juga dibayar.


"Saat itu melalui Kepling akhirnya ST dan istrinya (adik kandung SNR) tiba-tiba mengatakan uangnya yang Rp. 50 juta dipotong Rp. 5 juta untuk jalan, jujur saya terkejut karena hal itu sebelumnya tidak ada dalam kesepakatan kami berdua, lantas kenapa setelah tiga bulan belum dibayar uang saya tiba-tiba dikurangi Rp. 5 juta dengan alasan untuk jalan," ungkap SNR lagi.


Lanjut kata SNR lagi, "awalnya saya tidak setuju di potong Rp. 5 juta, dan saya minta ditambah Rp. 500 ribu dari jumlah Rp. 35 juta tapi ST tidak setuju, dan saat saya dan Kepling datang kerumahnya untuk meminta ketegasan dan kepastian, tapi ST dan istrinya tidak ada dirumahnya," ucapnya sedih.


"Dan setiap saya minta hak uang saya, ST selalu mengelak dan malah cerita tentang hartanya, mobil 4, sepeda motor banyak, seakan-akan saya tidak dipandang dan tidak dihargai sebagai abang mereka, hingga saat ini sudah lebih kurang dua tahun, belum juga ada itikad baik ST untuk membayar uang saya, tadi malam saya datang ke rumah ST  untuk meminta uang hak saya, biarlah Rp. 35 juta dibayarnya karena saya sangat butuh uang tersebut, ada hutang saya yang mau saya bayar dan juga sudah berkali-kali saya ditagih bang", tutur SNR dengan meneteskan air mata. 


Namun ST bukannya membayar tapi malah sibuk bercerita mengenai hartanya, seakan tuan takur yang tanahnya yang luas, mobil banyak, sepeda motor banyak dan proyek TK nya, namun sampai saya tunggu dengan memelas dengan menangis, tetap saja ST tidak ada membayar, malah mengatakan uangnya beratus juta untuk biaya bangun TK nya. 


"Kondisinya malah semakin parah, ST yang merupakan adik ipar berani mengantikan posisi saya sebagai ahli waris anak laki-laki, ST berani buat sura-surat penyerahan tanah terhadap keluarga besar saya dengan diminta biaya Rp. 100.000/orang dan masing-masing membawa materai 10.000, apakah karena ST kaya sehingga semaunya bertindak," ungkap SNR.


Mengakhiri keterangnya SNR berucap, "tanah warisan tersebut sudah diatas namakan nama adik saya, tapi uang belum saya terima. Saya masih menunggu itikad baiknya ST selaku ipar saya, jika tidak juga ada itikad baiknya, saya akan melaporkan kerana hukum sesuai aturan dan UU yang berlaku di negara ini, saya merasa ditipu ipar saya yang berinisial ST bersama istrinya yang merupakan adik kandung saya. (FP).

×
Berita Terbaru Update