Keterangan Photo : Usai Sosialisasi P3RI Photo Bersama (atas), dan Sosialisasi Akbar Yang Digelar FKPPN di Wisma Sitalasari Bah Jambi (bawah), Kedua Organisasi Pensiunan Stakeholder Telah Sukses Melaksanakan Sosialisasi. (sumber photo : Facebook).
MEDAN-TURANGNEWS.COM-Ada yang unik dari Manajemen PTPN IV terkait hal pembayaran uang beras Pensiunan Karyawan eks PTPN 3, 4 dan 5. Satu tahun sudah berjalan pembahasan uang beras pensiunan belum juga ada penyelesaian, pertemuan demi pertemuan antara dua Organisasi Stakeholder yaitu FKPPN dan P3RI bersama Manajemen PTPN IV. Bahkan saat pertemuan di LPP Yogjakarta ada tiga jajaran dewan direksi turut hadir bersama FKPPN, ada 14 tahapan proses pembelajaran uang beras dibahas, namun hingga kini belum juga bisa dibayarkan.
Seyogyanya di akhir Maret menurut 14 tahapan, penghitungan sudah selesai dan awal April 2026 sudah bisa dibayarkan, namun realisasinya belum juga, Manajemen masih juga beralasan belum selesai dari Danantara, Jamdatun, BPKP, yang semua itu tidak dipahami oleh pensiunan, yang tahunya pensiunan kapan sebenarnya dibayarkan tanpa banyak kecebelecenya.
Demikian curhatan para Pengurus Organisasi Pensiunan Karyawan FKPPN diantaranya Suprapti, selaku Ketua DPD FKPPN Kabupaten Serdang Bedagai, yang didampingi Raja Hasibuan dari perwakilan FKPPN Regional 2 dan Nurdin selaku mewakili FKPPN Regional 1.
"Mendekati akhir bulan April 2026 kemarin, saya sempat stres bang, hampir tiap jam berdering handphone, semuanya bertanya kapan kepastiannya uang panjar dibayarkan, jadi apa tidak sebenarnya panjar dibayar, ini sudah tinggal besok bulan April, waduh bang stres bang menjawabnya," ungkap Suprapti, Senin (04/05/2026).
Dilanjutkan Suprapti lagi, "ini akibat dari kegiatan Sosialisasi Akbar terkait pembayaran uang beras pensiunan bang, yang dilaksanakan oleh FKPPN di Wisma Sitalasari Bah Jambi, pada tanggal 23 April 2026 kemarin, disana FKPPN menyampaikan bagaimana jika sampai dengan akhir April belum juga dibayarkan oleh Manajemen, saat itu peserta Sosialisasi yang jumlahnya 500 orang lebih sepakat mengusulkan agar dibayar panjar dulu, dan FKPPN melalui pak Sekjen menyatakan akan menyampaikan usulan untuk panjar dibayarkan dulu diakhir April ke Manajemen," akhirnya kita yang menjadi bulan-bulanan oleh pensiunan bang, sebutnya dengan nada agak kesel.
Senada juga disampaikan Nurdin dari DPD Asahan, dengan gamblangnya mengatakan, "FKPPN dan P3RI ini sebenarnya tumbal Manajemen ini pri," sebutnya. Saat ditanya kenapa dua organisasi bisa jadi tumbal ?
"Yah iyahlah, coba kita telaah makna sebenarnya dari Sosialisasi, ketika Manajemen beri arahan agar dua organisasi pensiunan yang merupakan Stakeholder Perusahaan untuk sosialisasi, seharusnya kan Manajemen sudah siap untuk merealisasikan pembayarannya, tapi ini tidak," ungkap Nurdin lagi.
Sementara Raja Hasibuan yang domisilinya di Medan, yang juga pengurus FKPPN di Medan, mengatakan, "benar yang dibilang bang Nurdin, namun maunya kawan-kawan pensiunan tidaklah serta merta menyalahkan FKPPN dan P3RI dalam hal ini, sifatnya Organisasi kan mencoba merealisasikan apa yang diminta Manajemen, dengan harapan masalah uang beras segera selesai dibayarkan oleh Manajemen, kita tidak tahu jika begini jadinya, seharusnya Manajemen tidak menjadikan Organisasi sebagai tameng untuk menunda-nunda," sebutnya.
Mengakhiri keterangnya Raja Hasibuan menyebutkan, "kita berharap besok Selasa (05/05/2026) ada kabar gembira buat kita semua pensiunan, karena besok Ketum FKPPN Bapak Drs. H. Serta Ginting dan Tim akan menghadap ke dua orang Direktur, yaitu Direktur SDM Holding dan Direktur SDM Supportingco, untuk meminta penjelasan dan kepastian realisasinya tentang uang beras pensiunan, semoga Allah SWT masih berpihak kepada kita semua, dan kita doakan Ketum sehat selalu," pungkasnya. (SA).

