Keterangan Photo : Bendahara Umum DPN FKPPN Paijo Karyodiwiryo Merespon Aspira Kawan-kawan Purnakarya Perwakilan se-Distrik Asahan, Bee Cafe Jalan Lintas Sei Silau Timur, Senin (04/05/2026).
ASAHAN-TURANGNEWS.COM-Sejumlah Pensiunan Karyawan Eks PTPN 3 yang berdomisili di Kabupaten Asahan, masing-masing dari perwakilan kebun Bandar Selamat, Sei Dadap, Sei Silau, Pulau Mandi, Ambalutu dan Huta Padang, secara bersamaan minta keterangan resmi dari FKPPN, mengapa hingga saat ini belum juga dibayarkan uang beras pensiunan.
Atas permintaan Purnakarya, Bendahara Umum DPN FKPPN Paijo Karyodiwiryo, menjembatani pertemuan masing-masing perwakilan Pensiunan untuk ketemu guna menyampaikan perkembangan hal uang beras Pensiunan, dan dalam kesempatan tersebut Bendahara Umum DPN meminta agar para Purnakarya dapat menahan diri atas ajakan pihak-pihak lain untuk melakukan aksi demo.
"Perkembangan hal uang beras pensiunan memang saya akui terkesan berjalan ditempat. Manajemen PTPN IV melalui Direktur SDM Bapak Suhendri masih beralasan belum selesai dari Jamdatun dan BPKP," sebut Paijo Karyodiwiryo didampingi Masduki, di Bee Cafe Jalan Lintas Sei Silau Timur, Senin (04/05/2026) sekira pukul : 16.30 WIB.
Lanjut keterangan Paijo, "dijadwalkan minggu pertama Mei ini FKPPN akan bertemu dengan Manajemen bersama Jamdatun dan BPKP, untuk pemaparan lebih detil baik, administratif, legal maupun nominal, dan FKPPN diminta mempersiapkan legalitas sebagai Organisasi sesuai kelengkapan sebagaimana mestinya," ucapnya.
"Dan besok direncanakan Ketua Umum DPN FKPPN Drs, H, Serta Ginting dan Tim akan menghadap Bu Endang selaku Direktur SDM dan Umum PTPN Group, di Jakarta, untuk itu kami sampaikan, mari bersama-sama kita bersabar, menjalani proses dan prosedur yang sedang berjalan, sehingga Mei 2026 seluruhnya dapat selesai sesuai harapan kita bersama," pungkas Bendahara Umum DPN FKPPN Paijo Karyodiwiryo, yang dikenal cukup arif dan aktif menyuarakan hak Pensiunan.
Keterangan Photo : Perwakilan Purnakarya Eks PTPN 3 se-Distrik Asahan Menyampaikan Aspirasinya Atas Uang Beras Pensiunan Yang Sudah Delapan Bulan Tidak Dibayarkan Manajemen.
Merespon penjabaran Bendahara Umum DPN FKPPN, Siren (58) tahun, sebagai juru bicara dari perwakilan Pensiunan yang hadir mengatakan, "rasanya kami sudah cukup sabar pak menunggu delapan bulan uang beras kami belum juga dibayar, janji Manajemen yang disampaikan oleh FKPPN dari bulan Maret hingga kini belum juga terealisasi," ucapnya.
"Gaji kami sebagai Pensiunan Karyawan PTPN cuma Rp. 200 ribu/bulan pak, kami butuh makan !" ucap Siren lagi.
Senada juga disampaikan oleh Sukirno (59) tahun, "menurut informasi yang kami dengar saat Sosialisasi Akbar pembayaran uang beras pensiunan, yang diadakan FKPPN di Wisma Sitalasari Bah Jambi kemarin disebutkan akan ada panjar uang beras sebesar Rp. 1 juta hingga Rp 1,5 juta, yang diusulkan oleh FKPPN ke Manajemen yang akan dibayarkan di akhir April kemarin, menunggu pembayaran Lump Sump (sekaligus) di Minggu awal Bulan Mei 2026, namun realisasinya Akhir April susah berlalu, jangan sampai awal Minggu Mei ini berlalu tanpa pesan lagi pak," ucapnnya dengan nada jengkel.
"Intinya kami sangat-sangat minta tolong kiranya FKPPN segera mendesak Manajemen PTPN IV, agar di Minggu Kedua ini hak kami uang beras segera dibayarkan pak, minta tolong kali kami pak, jika pum harus sampai akhir Mei baru bisa dibayar sekaligus, namun kami minta dibayarkan panjar terlebih dahulu, karena apa ? Karena kami butuh makan pak, untuk hutang beras kami di kedai kami sudah tidak dipercaya lagi pak, bapak mau tahu kenapa ? Karena sudah numpuk hutang beras kami selama delapan bulan ini belum kami bayar," sebut Sukirno dengan nada sedih.
Merespon Aspirasi Purnakarya, Paijo Karyodiwiryo berjanji akan menyampaikan usulan dan permintaan Purnakarya se-Distrik Asahan, kepada Ketua Umum DPN FKPPN Drs H Serta Ginting, untuk menjadi Agenda Ketum FKPPN saat bertemu dengan Direktur SDM dan Umum PTPN Group di Jakarta.
Terpantau Wartawan ini, Pertemuan perwakilan Pensiunan Karyawan eks PTPN 3 Wilayah Distrik Asahan dengan FKPPN, yang diwakili oleh Bendahara Umum DPN FKPPN Paijo Karyodiwiryo yang didampingi Masduki, berjalan damai dan diakhiri dengan ngopi bareng dan sesi photo bersama sebagai dokumentasi. (SA).


