-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Puluhan Tahun Jalan Rusak Tidak Kunjung Diperbaiki, Ratusan Warga Buntu Pane Aksi Demo di Jalan Lintas Sei Silau Timur- BP. Mandoge.

Senin, 27 April 2026 | 07.58.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-27T14:58:50Z

Keterangan Photo : Maulana Annur(diatas mobil) bersama masyarakat pengunjuk rasa, tuntut perbaikan jalan rusak, Senin (27/04/2026).


ASAHAN-TURANGNEWS.COM-Diperkirakan ratusan warga masyarakat Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, berorasi di jalan lintas Sei Silau Timur - Bandar Pasir Mandoge, menuntut perbaikan jalan yang semakin hari semakin rusak, dan sangat mengkwatirkan pengguna jalan karena banyaknya lubang yang siap menelan korban jiwa, Senin (27/04/2026).


Aksi masyarakat Kecamatan Buntu Pane bergabung  bersama DPD Demokrasi 14 GBPU Asahan, yang di Ketuai oleh Maulana Annur, dan koordinator lapangan Suman Jaya bersama Zul Erwin Manurung, menuntut dan meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Wakilnya H.Surya, B.Sc, serta Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Ketua DPRD Asahan dan Anggotanya di DPRD, untuk segera melakukan perbaikan jalan rusak yang sudah cukup meresahkan.


Dalam orasinya yang di sampaikan Maulana Annur atau yang akrab disapa A'an,  menyatakan dan menuntut pemerintah provinsi Sumatera Utara yang bertanggung jawab atas jalan provinsi kisaran -Bp.Mandoge, yang saat ini kondisinya sangat rusak dan memprihatinkan.


"Puluhan tahun sejak tahun 1992 jalan ini dibangun, hingga sekarang di tahun 2026 belum pernah ada perbaikan. Lubang disana sini menciptakan ancaman dan kecemasan bagi warga pengguna jalan, yang setiap harinya melalui jalan rusak ini," ucap Aan.


Selanjutnya Aan mengatakan, "Kami sebagai masyarakat Buntu Pane meminta segera diperbaiki, mengingat kondisi jalan yang rusak parah sangat mengancam keselamatan pengguna jalan, bahkan sudah ada korban jiwa," kata A'an.


"Negara harus hadir ketika ada warganya yang kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan jalan yang berlubang, mengingat warga yang melintas dengan kendaraan diwajibkan bayar pajak kendaraan, maka sudah seharusnya warga meminta jalan yang baik dengan aspal yang bulan hanya ditambal," lanjut Aan lagi dalam orasinya.


Termonitor dampak aksi warga dijalan Sei Silau Timur membuat kemacetan panjang, mobil pribadi dan truk-truk berat yang melintas terpaksa berhenti, bahkan sepeda motor pun sulit untuk melintasi warga yang berorasi.


Sementara Camat Buntu Pane Mohd. Ibnu Afandi, S.STP,. M.AP sempat menyampaikan tanggapan ditengah-tengah pengunjukrasa dengan mengatakan, "terimakasih atas kepedulian masyarakat terkait jalan rusak ini. Saya akan menyampaikan aspirasi ini ke pimpinan, dan sudah berkoordinasi dengan pihak kabupaten. Semoga apa yang menjadi keresahan masyarakat saat ini untuk jalan rusak segera diperbaiki," sebutnya.


Senada perwakilan dari Dinas PU PR Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Bina Marga Tanjung Balai, yang disampaikan oleh H. Satibi Simangunsong ditengah-tengah pengunjukrasa mengatakan, "untuk saat ini provinsi masih terfokus terhadap kerusakaan jalan Sionggang dan Bandar Pasir Mandoge. Sementara untuk ruas jalan yang berada di Desa Sei silau Timur belum ada anggarannya di tahun 2026 ini," katanya.


Aksi yang berjalan baik dan damai, mendapatkan pengawalan dari personel Polres Asahan hingga selesai pada pukul 16.00 WIB, semoga apa yang telah disuarakan Masyarakat Buntu Pane segera mendapatkan realisasi. (**).

×
Berita Terbaru Update