-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ratusan Warga Desa Bundar di Aceh Tamiang Masih Tinggal di Tenda Pengungsian Tanpa Kepastian Menjelang Ramadhan.

Sabtu, 14 Februari 2026 | 04.52.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-14T12:52:00Z

Keterangan Photo : Tenda-tenda Yang Masih Ditempati Oleh Ratusan Warga Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, Letaknya Tidak Jauh dari Salah Satu Kantor Pemerintahan.


ACEH TAMIANG-TURANGNEWS.COM-Ratusan warga kampung (desa) bundar, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, masih tinggal dalam tenda pengungsian tanpa kejelasan dan harapan kemana akan di relokasi, mirisnya ratusan tenda warga berdiri bersebelahan dengan kantor Pemerintahan, Sabtu (14/02/2026).


Sebanyak 210 tenda yang berdiri berdekatan dengan kantor pemerintahan hidup terkatung katung tanpa kejelasan yang pasti, kemana mereka akan di relokasi, masyarakat mempertanyakan nasib mereka, setelah ini kemana akan pergi.


Salah satu pengungsi dalam tenda menceritakan keluh kesahnya kepada awak media, dengan mengatakan, "kami tidak tahu mau kemana pak, belum ada kepastian kami dapat atau tidak Huntara, padahal informasi yang kami Terima paling lambat kami harus kosong kan tenda, kami jadi bingung, kami mau kemana, itu memang ada Huntara yang sudah selesai, namun kami tidak tau, apakah kami dapat Huntara ini atau tidak, sedangkan jumlah Huntara dan pengungsi di sini tidak cukup,, kami dsini berjumlah 210 (KK) kepala keluarga, sedangkan jumlah Huntara yang ada hanya 156 Huntara, itu pun kami belum tentu mendapatkannya, sedangkan beberapa hari lagi sudah masuk puasa," terang warga penuh harap, 


Senada dengan apa yang di sampaikan Datok penghulu Kampung bundar, Almahdar, saat di konfirmasi awak media di lokasi tenda pengungsian. 


"Saya miris dan prihatin dengan apa yang di rasakan masyarakat saya disini, kalau begini lama lama bisa mati masal warga saya disini, bahkan sudah ada yang meninggal dunia dalam tenda pengungsian, setiap saat menghirup debu, soal Huntara belum ada kepastian semua masyarakat saya dapat yang saat ini berada dalam tenda ini, Huntara yang ada belum mencukupi, lebih kurang saat ini ada 210 warga saya disini masih hidup dalam tenda, "ujar Datok. 


Harapan saya kepada Bupati Armia Pahmi, agar memperhatikan masyarakat saya yang masih hidup dalam tenda, terlebih lagi ini berdekatan dengan kantor pemerintahan, bak pepatah, semut di sebrang lautan kelihatan, namun gajah di pelupuk mata tidak kelihatan," terang Datok penuh harap. (REN).

×
Berita Terbaru Update