ACEH TAMIANG-TURANGNEWS.COM-Di tengah upaya bangkit dari luka bencana Hidrometeorologi Aceh Tamiang, Mendagri mengutus 720 Praja IPDN untuk gelombang II. Secercah harapan hadir melalui Bhakti Karya Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Praja IPDN turun langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang diawali di Desa Kebun Tanah Terban Dusun Satelit Graha, Minggu 8 Februari 2026 untuk membantu pemulihan kawasan permukiman masyarakat yang terdampak bencana, membawa semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan.
Dengan penuh keikhlasan, para Praja yang dikoordinir oleh Wildan Darsono, S.STP, M.Tr.IP selaku Pembina IPDN menyatu bersama warga membersihkan parit juga membersihkan rumah-rumah yang sempat terendam banjir bandang, menata kembali lingkungan permukiman, memperbaiki fasilitas umum, serta memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang disaksikan awak media yang dilakukan oleh Praja Utama Julio Andrew Siahaan asal Sumatera Utara, Surya Krishna Priyodani asal Bangka Belitung, Frizma Budi Pratama asal Jambi, M. Ilham Akbar asal Nusa Tenggara Timur.
Lumpur yang mengering dan puing-puing sisa bencana dibersihkan bersama oleh keseluruhan Praja Utama dengan penuh kepedulian dan motivasi seolah menjadi simbol bangkitnya harapan baru. bagi warga.
Kehadiran Praja IPDN bukan sekadar bantuan tenaga, lebih dari itu, mereka menghadirkan rasa bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi musibah ini. Tawa, sapaan hangat, dan kerja bersama menjadi penguat di tengah duka yang belum sepenuhnya sirna.
"Bhakti bukan tentang seberapa tinggi jabatan yang kelak diraih, tetapi seberapa tulus kita hadir untuk rakyat sejak hari pertama mengabdi" ujar Wildan disela mengatur timnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengapresiasi keterlibatan aktif IPDN yang dinilai memberi dampak nyata, baik secara fisik maupun psikologis. Sinergi ini mempercepat pemulihan kawasan permukiman sekaligus menumbuhkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Bhakti Karya Praja ini adalah bentuk nyata kepedulian negara melalui para calon aparatur pemerintahan. Kehadiran mereka memberi energi baru bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan,” ungkap salah satu perwakilan pemerintah daerah Aceh Tamiang.
Melalui Bhakti Karya Praja Gelombang II, IPDN menegaskan komitmennya dalam membentuk aparatur yang tidak hanya cakap dalam tata kelola pemerintahan, tetapi juga memiliki hati nurani, empati, dan keberanian untuk hadir di tengah rakyat saat dibutuhkan.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali rumah dan fasilitas, tetapi juga memulihkan harapan, semangat, dan rasa kemanusiaan—seperti yang kini tumbuh kembali di permukiman warga Aceh Tamiang. (SIP Simanjuntak).

