Keterangan Photo : Warga Pertanyakan Rumah Warga Yang Posisinya Sudah Bergeser Letaknya Didata Sebagai Kerusakan Ringan Oleh Petugas di Aceh Tamiang.
ACEH TAMIANG-TURANGNEWS.COM -Sejumlah Warga di Dusun Karya Lorong Rel, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, keluhkan adanya dugaan pendataan yang tidak tepat sasaran bahkan cenderung tidak menerima haknya sesuai yang dijanjikan oleh Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi bahkan Kabupaten, termasuk hal Pendataan Rumah yang rusak berat karena kondisinya sudah 80 persen hancur, namun dimasukkan oleh petugas pendataan desa hanya kategori rusak ringan, Kamis (15/01/2026).
Seperti ungkapan salah satu warga yang berinisial "RT" (46) tahun, kepada wartawan ini menjelaskan, "kami sangat menyayangkan para Oknum Petugas Pendataan terhadap korban banjir di Desa kami ini yang diduga tidak turun langsung mendata, Bu, sehingga banyak Pendataan yang tidak sesuai diantaranya rumah yang kondisinya mencapai 80 Persen hancur tapi didata masuk dalam kategori rusak ringan, buk," sebutnya ke Wartawan ini, Jum'at (16/01/2026).
Menurut "RT" lagi, "kami berharap adalah keterbukaan atau informasi melalui Spanduk atau Baleho tentang kriteria atau ketentuan tentang aturan tentang rumah yang termasuk Rusak Berat, Sedang dan Ringan, sehingga kami sebagai warga dapat melihat dan bisa paham kira-kira rumah tempat tinggal kami yang rusak dampak banjir masuk dalam kategori mana, yang lebih mirisnya lagi Petugas dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang seharusnya menjadi tempat kami bertanya justru tidak pernah kelihatan di Dusun kami, padahal sebelum adanya musibah banjir hampir tiap hari kami melihat Pak Babin dan Bhabinkamtibmas, mengingat Desa kami merupakan Desa Binaan Babin dan Bhabinkamtibmas" ungkapnya lagi.
Senada juga disampaikan oleh rekan "RT" yang berinisial "MAR" (48) tahun yang menyebutkan jika kondisi lebih memprihatinkan dengan Datok dan Sekdes yang juga diduga tidak pernah hadir di Dusun Karya yang berpenghuni kurang lebih 150 jiwa yang berdampak banjir kemarin, selain itu "MAR" juga menceritakan tentang bantuan sembako yang hanya menerima beras sekira lima kali yaitu 3 Kg, 4 Kg dan terakhir 5 Kg, ditambah dengan Mie instan sebayak 3 bungkus dan 5 bungkus, juga minyak makan 1/4 Kg tapi yang dapat minyak makan tidak dapat gula putih 1/4 Kg tapi itupun cuma sekali.
Dan saat ditanya oleh wartawan ini apakah tidak pernah menerima bantuan berupa lauk seperti telur ayam atau sarden kaleng, "MAR" dengan tegas menjawab, "tidak pernah buk," ucapnya.
Selanjutnya Wartawan ini mencoba melakukan konfirmasi ke Sekdes melalui pesan WhatsApp untuk mempertanyakan tentang apa yang sudah dikeluhkan Warga, namun sayangnya sang Sekdes tidak memberikan jawaban yang memuaskan, sehingga Wartawan ini menyampaikan jika akan mendampingi Warga Dusun Karya, Lorong Rel, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, kabupaten kabupaten Aceh Tamiang untuk ke Kantor Camat untuk mencari tahu, apakah yang diterima warga berdampak banjir memang sudah sesuai SOP nya seperti yang disebutkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto ???
Mengingat Dusun Karya kurang lebih ada 465 KK yang terdiri dari tiga Lorong yang dipimpin oleh Seorang Kepala Dusun, maka selaku warga yang juga bagian dari NKRI tentunya sangat berharap tidak adanya Diskriminasi atau Perbedaan, untuk itu Wartawan ini sangat berharap adanya perhatian yang serius dari Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi bahkan Kabupaten untuk melakukan kebijakan yang benar-benar adil dan merakyat. (REN).

