ACEH TIMUR-TURANGNEWS.COM-Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh terima laporan dari seorang korban banjir warga Dusun Pante Raja Gampong Seuneubok Tuha Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur, yang mengaku kecewa dan keberatan atas penarikan material Hunian Sementara(Huntara) oleh perangkat Gampong setempat, Selasa (27/01/2026).
Menurut Januar, sesuai data, dirinya berhak mendapatkan rumah Huntara di Dusun Gampong Seuneubok Tuha, bersama puluhan korban lain nya yang katagori rumah rusak berat. Namun setelah pihak rekanan mengantarkan material di lokasi yang akan dibangun, tadi malam pihak perangkat Gampong mengambil/menarik material tersebut.
"Tadi malam sekitar pukul 11,30 WIB, pihak perangkat gampong mengambil kembali material yang sudah ditempatkan untuk pembangunan Huntara," ungkap Januar.
Ia menceritakan, saat terjadi banjir 26 november 2025, keude miliknya hanyut dibawa arus tanpa tersisa, hingga saat ini mengaku masih mengungsi bersama keluarga mertua di keude milik gampong.
"Saat ini saya, istri dan anak-anak masih mengungsi bersama keluarga mertua di Keude milik gampong," Ujarnya
Januar mengaku sangat sedih dan kecewa atas penarikan material oleh perangkat gampong, padahal kami sangat membutuhkan tempat tinggal apalagi selama ini terpaksa mengungsi bersama mertua.
"Padahal sudah ada jatah penerima Huntara dari Pemerintah berdasarkan data yang masuk, akan tetapi aaat mau dibangun dibatalkan oleh Gampong," kata Januar
Mantan Keuchik Seunebok Tuha, Nasrul yang masa jabatannya berakhir pada 9 Januari ini saat dikonfirmasi mengaku bukan dibatalkan atas nama calon penerima Januar, akan tetapi pihaknya menunda(pending) untuk sementara waktu.
"Itu kami pending dulu, bukan membatalkan, sebab terjadi komplain dari beberapa korban lain nya yang mengalami kerusakan serupa,akan tetapi tidak masuk dalam pendataan sebagai katagori rudak berat," jelas Nasrul
Ia juga menerangkan, rumah huntara tersebut tetap akan dibangun, setelah korban lain yang mengalami kerusakan yang sama mendapatkan Huntara, dulu yang kami data rumah yang rusak, keude tidak kami data.
"Dulu yang kami data rumah yang rusak, sedangkan keude tidak kami data," terang Nasrul. (TIM).

