MEDAN-TURANGNEWS.COM-Ini bukan lagi keprihatinan, ini merupakan jeritan ! Kondisi PTPN hari ini bikin semua orang geleng-geleng kepala. Dari karyawan aktif yang masih ngantor sampai para purnakarya yang sudah puluhan tahun mengabdi, semua satu suara : PTPN SEDANG SEKARAT !
Dulu kita punya 14 PTPN yang gagah. Lahan terjaga, karyawan sejahtera, setoran pajak dan deviden lancar jaya untuk negara. Sekarang? Hancur lebur!
Kritik keras kembali dilontarkan politisi senior Golkar yang juga Mantan Ketua Umum FSPBUN, HN SERTA GINTING. Sejak awal, dialah satu-satunya yang paling lantang menolak Holdingisasi PTPN di era Presiden SBY tahun 2014.
Dan ternyata omongannya terbukti !
"Sejak awal sayalah orang yang tidak setuju adanya Holding atau penggabungan PTPN. Dan ternyata benar, omongan saya jadi kenyataan ! Sudah digabungkan, eh sekarang dipecah lagi jadi 4 dengan dalih Sub Holding - ada PTPN III sebagai induk, ada PTPN I, PTPN IV, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Saya dapat info, ini pun bakal bubar karena semuanya krisis keuangan !" cetus Serta Ginting dengan wajah kesal dan nada tinggi, Kamis (29/10/2026).
Serta menambahkan warning keras :
"Saya berharap dengan banyaknya pihak luar masuk jadi Direksi tidak membuat PTPN hancur tinggal cerita. Kalau memang ada pihak yang coba-coba mau merusak dan membuat PTPN bubar, saya sebagai mantan Ketua Umum FSPBUN mengajak seluruh karyawan dan pensiunan untuk BERGERAK MELAWAN !"
Senada, Sekretaris DPW FKPPN Jawa Barat, H. Cucu Syamsuddin (CS) mengaku muak melihat PTPN diobok-obok.
"Dengan dipecah-pecah seperti ini, hak-hak para pensiunan justru jadi tidak menentu. Seolah semua lepas tanggung jawab! Ini kezaliman!" ungkap CS dengan tegas.
Faktanya di lapangan memang telanjang : Lahan PTPN makin menyusut, digerogoti penggarapan liar dan modus KSO yang tidak jelas. Karyawan makin jauh berkurang. Dan yang paling miris, PTPN dikabarkan terlilit hutang menggunung, baik ke perbankan maupun ke pihak lain.
Ironi ! Perusahaan plat merah, milik negara, tapi tata kelolanya lebih kacau dari perusahaan warung. Mau dibawa kemana PTPN ini ? (SA).
Editor : Eka Ratna Dilla SH.





