-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Masyarakat : Tangkap dan Usir Kakan Kemenag, Diduga Selalu Buat Resah dan Gelapkan Uang Rp. 5 Juta dari Bupati Asahan.

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00.56.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-29T07:57:02Z

Keterangan Photo : Gelombang Demonstrasi secara terus menerus dilatar belakangi dengan sejumlah kasus yang ditangani Abdul Manan diantaranya tidak transparannya Penindakan terhadap Anggota nya PNS di Kantor KaUA Meranti yang jadi tersangka yang saat ini belum dilakukan tindakan disiplin kepada.


ASAHAN-TURANGNEWS.COM-Keresahan dan Kegaduhan Yang dilakukan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Asahan Abdul Manan yang terus bergulir yang mengakibatkan gelombang Demonstrasi secara terus menerus dilatar belakangi dengan sejumlah kasus yang ditangani Abdul Manan diantaranya tidak transparannya Penindakan terhadap Anggotanya PNS di Kantor Ka.UA Meranti yang jadi tersangka yang saat ini belum dilakukan tindakan disiplin kepada OKnum PNS berinisial LI dan dugaan Ujaran Kebencian yang dilakukan Kakan Kemenag Abdul Manan, tentang Kalimat "wartawan dan LSM yang suka memeras dan Neko Neko, namun tidak transparansi proses hukumnya saat sudah dilaporkan kan Ke Polres Asahan, Selain itu ada dugaan Kakan Kemenag Menggelapkan uang yang diberikan Bupati sebesar Rp. 5 juta kepada Abdul Manan untuk menyelesaikan kasus dugaan Pidana yang dilakukan Kakan Kemenag. Gelombang aksi unjuk rasa memasuki jilid keempat. Tiga lembaga yakni DPP LSM GEMMAKO RI, DPC PKRI Asahan, serta DPP APBI ASTABAT bergerak bersama menyampaikan tuntutan di Kantor Kementerian Agama dan Kantor Bupati Asahan, Jumat (28/08/2026). 


"Aksi ini dipicu dugaan pernyataan pelecehan yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Asahan, Abdul Manan, melalui pesan WhatsApp yang menyebut LSM dan awak media "suka memeras dan neko-neko," tambah Alamsyah saat berorasi.

 


Senanda juga dikatakan Dodi Antoni (Ketum DPP LSM GEMMAKO RI), Jhon Efdi Adinata (Ketua DPC PKRI Asahan), dan Alamsyah Siregar (Ketum DPP APBI ASTABAT), bahwa Abdul Manan diduga menjadi pihak yang memecah belah LSM dan awak media dengan menyebarkan informasi seakan kasus tersebut telah selesai, padahal belum tuntas sama sekali.

 

"Di lapangan beredar isu bahwa kasus ini sudah diselesaikan, padahal nyatanya belum selesai. Bahkan pada 21 Agustus 2026, salah satu Kepala Dinas berinisial JS menyatakan bahwa Bupati Asahan telah memberikan uang Rp. 5 juta sebagai partisipasi bantuan penyelesaian kasus Kakan Kemenag Asahan," tegas ketiga pemimpin organisasi tersebut.

 

Mereka menilai hal itu sangat memalukan dan keterlaluan. "Sungguh tidak tahu malu. Kakan Kemenag Asahan diduga mencoreng nama baik serta citra Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, bahkan diduga menelan uang Rp. 5 juta dari Pemkab Asahan sebagai Perpanjangan Tangan Bupati Asahan namun diduga uang itu juga digelapkan Abdul Manan," tegas mereka bersamaan.


Pendemo juga menuding Kakan Kemenag menerima sesuatu dan main mata dengan Stafnya yang jadi Tersangka oleh Pihak Polres dengan Kasus Penggelapan dan Penganiayaan orang tua kandung, sehingga Abdul Manan terus mempertahankan Oknum PNS yang beralamatkan di Kelurahan Bunt dibelakang Kantor Lurah Bunut dengan Nomor Polisi :T /160/ VI/2026 /Res Asahan yang saat ini tahapnya sudah SPDP di Kantor Jaksa .


Namun tuduhan dan keresahan itu kandas dan tak terjawab Kakan Kemenag dan tak satupun Pegawai Kakan Kemenag menemui Pendemo baik Sekretaris hingga Bendahara saat aksi berlangsung. Hal serupa juga terjadi di Kantor Bupati Asahan yang tampak sepi, diduga Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab, beserta para Asisten tidak berada di tempat.

 

"Kami ancang-ancang menggelar aksi berikutnya dengan massa yang jauh lebih besar jika Kakan Kemenag tidak diusir dari Kabupaten Asahan," pungkas Dodi, Jhon, dan Alam.


Pendemo meminta Kanwil Depag Propinsi, KPK dan Menteri Agama bersama sama melakukan tindakan tegas dan mengusir Kakan Kemenag Asahan dari tempat kerjanya sebab membuat malu Instansi dan lembaga Agama Republik Indonesia. (ZA).

Editor : Eka Ratna Dilla SH.

×
Berita Terbaru Update