PADANG LAWAS-TURANGNEWS.COM-Jarum jam menunjukkan pukul 14.30 WIB ketika aroma kopi mulai menyeruak di salah satu sudut Mapolres Padang Lawas, Jumat (05/06/2026).
Di hari yang baik bagi banyak orang dianggap penuh berkah ini, suasana di Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) tampak berbeda. Tidak ada ketegangan formal yang kaku; yang ada hanyalah lingkaran diskusi hangat yang diinisiasi oleh sang nakhoda, AKP Irwansah Sitorus.
Setelah menunaikan ibadah Salat Jumat, AKP Irwansah sengaja mengumpulkan seluruh personelnya. Bukan untuk teguran keras di balik meja, melainkan untuk duduk setara dalam sesi "Ngopi Bareng" yang sarat akan makna kekeluargaan.
Kepemimpinan yang Terbuka.
Di tengah kepulan asap kopi, AKP Irwansah menyampaikan pesan yang mendalam tentang kerendahan hati seorang pemimpin. Baginya, integritas satuan tidak hanya dibangun oleh instruksi dari atas ke bawah, tetapi oleh keberanian untuk saling mengoreksi.
"Jika terjadi kesalahan, segera ingatkan. Baik itu sesama personel maupun terhadap Kanit. Bahkan, kalian harus ingatkan saya jika saya melakukan kesalahan," tegas Irwansah di hadapan para penyidik dan tim opsnal.
Pernyataan ini meruntuhkan sekat birokrasi yang biasanya tebal. Ia menginginkan sebuah tim yang saling membahu dan melengkapi, di mana setiap personel menjadi penjaga bagi rekan lainnya.
Kedisiplinan: Dimulai dari Langkah Kecil
Bagi AKP Irwansah, kinerja hebat tidak lahir dari keajaiban, melainkan dari kedisiplinan sederhana seperti kehadiran saat apel. Ia menekankan bahwa menghargai waktu adalah bentuk penghormatan terhadap profesi.
"Hadir lebih awal, upayakan selalu ada sebelum langkah apel pertama dimulai. Anti-Absensi, kehadiran fisik adalah bukti komitmen mental, dan Etos Kerja, menghilangkan budaya malas serta menggantinya dengan semangat saling dukung saat lembur melanda," tegasnya.
Menolak Mandek, Mengejar Keadilan
Diskusi santai tersebut seketika berubah menjadi sesi bedah kasus yang serius namun solutif. Irwansah menyoroti tumpukan Laporan Polisi (LP) yang kerap menjadi momok dalam pelayanan publik. Ia menegaskan tidak boleh ada perkara yang "tidur" atau mandek tanpa kejelasan.
"Perkara lama harus segera dikerjakan dan diselesaikan. Ayo kita gelar bersama, kita bagi-bagi pekerjaan. Jika ada kendala, mari kita selesaikan secara kolektif," tambahnya.
Pendekatan ini menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Padang Lawas. Ia tidak ingin penyidik merasa sendirian memikul beban kasus yang rumit. Dengan prinsip "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing," setiap hambatan teknis dicarikan jalan keluarnya saat itu juga.
Menjaga Marwah Satuan
Pertemuan sore itu ditutup dengan pengecekan mendetail terkait progres perkara yang ditangani masing-masing penyidik. Namun, alih-alih merasa diinterogasi, para personel justru merasa dirangkul.
Langkah AKP Irwansah Sitorus adalah sebuah anomali yang menyegarkan. Di balik seragam cokelat yang tegas, ada hati yang ingin memastikan bahwa Sat Reskrim Polres Padang Lawas bukan sekadar unit kerja, melainkan sebuah keluarga besar yang bergerak satu irama demi keadilan.
Jumat sore itu berakhir bukan hanya dengan cangkir kopi yang kosong, melainkan dengan semangat baru yang penuh di dada setiap personel. Mereka bubar dalam pertemuan dengan satu janji: Memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (SA).
Sumber : Humas Polres Palas.


