-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pegawai SPPG Joget Sambil Tabur Uang Pecahan Rp100 ribu Menuai Kritikan, Berikut Klarifikasinya.

Jumat, 10 April 2026 | 04.05.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T11:05:31Z

Keterangan Photo : Pegawai dapur SPPG Berkaraoke Dengan Saweran Uang Pecahan Rp. 100 Ribuan.


SUMENEP-TURANGNEWS.COM-Beredar dalam Video sejumlah pegawai dapur SPPG Cendikia Waskita di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang berkaraoke dan menyawer di dalam dapur beredar di media sosial pada Selasa (07/04/2026). 


Dalam video berdurasi sekitar 1,6 menit itu, terlihat beberapa pegawai, yang mayoritas perempuan, berjoget sambil bernyanyi dengan iringan musik dari speaker. Mereka tampak menari di salah satu ruangan dapur. 


Tidak hanya itu, sejumlah pegawai juga terlihat menaburkan uang dan memperagakan aksi sawer dengan pecahan Rp. 100.000. 


Aksi tersebut dilakukan di tengah suasana saat kegiatan pemorsian menu MBG. 


Tampak para pegawai yang terekam masih mengenakan kaus biru berlogo BGN. Sebagian di antaranya juga masih memakai penutup kepala, yang biasa digunakan saat bekerja di dapur.


 Asisten lapangan dapur SPPG Cendikia Waskita, Ardiansyah, membenarkan video yang beredar tersebut. 


"Video itu direkam Senin (6/4/2026) kemarin," katanya seperti dikutip dari Kompas, Selasa (07/04/2026). 


Ardiansyah menjelaskan, kegiatan itu terjadi setelah para pegawai menyelesaikan pekerjaan mereka di bagian memasak. 


"Kejadiannya itu setelah bekerja, jadi penat lah. Mungkin refreshing lah, kayak gitu Mas, pegawai yang berjoget merupakan tim memasak yang telah selesai bertugas," tambahnya. 


 Sementara itu, pada saat yang sama, tim lain masih bekerja di bagian pemorsian makanan. 


 "Itu kan tim masak kita kan, itu selesai. Itu posisi sedang packing menu, tim pemorsian. Yang joged itu tim masak," ungkapnya. 


Ardiansyah juga menyebut, aktivitas karaoke itu dilakukan di ruangan yang berbeda dengan area kerja tim pemorsian. 


"Itu kan beda ruang, jadi saat kejadian itu, itu posisi kegiatan, itu tim pemorsian yang sedang itu (bekerja). Tapi beda ruang kan. Mereka habis masak, kemudian itu (karaoke)," jelasnya. 


Saat ditanya perihal aksi sawer dan penaburan uang dalam video, Ardiansyah mengaku tidak mengetahui secara pasti asal uang tersebut.


 Namun, dia menyebut bahwa kebiasaan menyawer saat bernyanyi merupakan hal yang umum di wilayah Kangayan. 


"Kurang tahu (asal uang itu), cuma itu kayak budaya Kangeyan. Itu merupakan kebiasaan kita. Bukan maksud pamer-pamer dan lain sebagianya bukan," jelasnya. 


"Pokoknya saya kurang tahu itu uangnya dari mana, Mas," jelasnya lagi. (**)

×
Berita Terbaru Update