LANGKAT-TURANGNEWS.COM-Diperkirakan hampir seribuan orang yang terdiri dari kaum Emak-emak, melakukan orasi ke Gedung Kantor Bupati Langkat, selain karena rindu dengan sang Bupati yang jarang turun ke Daerah, dalam Orasinya Emak-emak tersebut menuntut ketransparan bantuan untuk korban banjir, Selasa (21/04/2026).
Terpantau dilokasi, dari banyaknya kaum Emak-emak yang berorasi tampak Emak-emak dari Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan turut serta, untuk menyuarakan hal yang sama yaitu bantuan untuk korban banjir kemarin yang tidak kunjung diterima.
Dalam keterangannya yang berhasil dihimpun oleh Wartawan ini dilokasi, salah satu peserta aksi dari Tanjung Pura yang mengaku bernama Misnah (43) tahun, mengatakan, "kehadiran kami disini untuk mempertanyakan langsung ke Bupati Langkat, tentang bantuan korban banjir yang terjadi beberapa Minggu yang lalu bang, kami juga sudah mengumpulkan data dari setiap warga yang berdampak, dengan harapan data yang kami bawa ini dapat turut dimasukkan ke Kementerian," sebutnya.
"Kami berharap bantuan dapat segera di realisasikan dengan sebenarnya bagi yang benar-benar terdampak banjir, mengingat sejauh ini dari warga yang berdampak banjir hanya ada tiga rumah saja yang mendapatkan bantuan, sementara kita semua terdampar banjir, kami jadi heran sebenarnya yang tiga rumah mendapat bantuan itu dari mana ? Apakah dari Kementrian atau dari BPBD Kabupaten Langkat," ujar Misnah lagi, yang didukung teman-temannya.
Berselang hampir satu jam Emak-emak berorasi, Bupati Langkat H. Syah Afandi, SH datang menghampiri peserta Aksi, merespon tuntutan Emak-emak dengan menyebutkan,
"dana bantuan untuk korban banjir tidak melalui tangan Bupati, melainkan dari Kementerian langsung, namun saya berterima kasih atas penyampaian ibu-ibu semua, dan saya akan mencoba membawa perwakilan dari ibu-ibu masing-masing, dari Tanjung Pura, Pangkalan Brandan dan Besitang, untuk menyerahkan data yang sudah Ibu-ibu siapkan untuk kita serahkan ke Perwakilan Kementerian," sebutnya.
Sementara ditempat yang sama, salah satu Tokoh Masyarakat dari Pangkalan Susu yang juga hadir dilokasi, kepada Wartawan ini menyebutkan bentuk tanda tanyanya, menurutnya, "jadi fungsi dari petugas BPBD Kabupaten Langkat itu apa ? Apa yang dikerjakan mereka selama ini hampir enam bulan bolak-balik ke lokasi yang berdampak banjir, kenapa bantuan tidak kunjung terealisasi ? Kemana sebenarnya pihak BPBD Langkat menyerahkan berkas korban banjir ? Sehingga sampai dengan saat ini warga korban banjir dari Tanjung Pura, Pangkalan Brandan dan Besitang belum juga menerima bantuan ? Dan hanya beberapa orang saja yang menerima bantuan namun itupun tidak jelas bantuan dari pihak mana," sebut Tokoh Masyarakat yang mengaku berinisial Angga.
Senada juga disampaikan oleh Nuri, "musibah banjir dan angin puting beliung kemarin, yang terjadi sekitar bulan November 2025, kenapa hingga kini belum juga ada bantuan diterima warga dari Pemerintah, dimana sebenarnya fungsi Bapak-bapak yang terhormat di Kabupaten Langkat ini ? Sekarang Jawaban Bupati bantuan turun langsung dari Kementerian, pertanyaan saya apakah pihak Kementerian tidak meminta data dari daerah ? Harapan saya kiranya Pemimpin kita dapat lebih transparan dan jujur dan adil lah terkait bantuan musibah banjir," harapnya. (HEN).

