Keterangan Photo : Permukaan Air Laut tampak bergelembung diduga akibat tekanan gas. Para nelayan khawatir melintas di seputar titik kebocoran.
LANGKAT-TURANGNEWS.COM-Line pipa di dasar laut diduga milik perusahaan minyak dan gas (Migas) Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Pangkalan Susu Field, di kawasan perairan Kelurahan Bukit Jengkol, Kec. Pangkalan Susu diduga mengalami kebocoran.
Menurut informasi yang diperoleh dari salah seorang anak buah kapal (ABK), kebocoran ini sudah berlangsung kurang lebih delapan bulan lamanya, namun terkesan dibiarkan oleh perwira Pertamina.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, permukaan air laut di sumber titik kebocoran pipa tampak bergelembung diduga akibat tekanan gas. Para nelayan khawatir melintas di seputar titik kebocoran.
Jalur pipa milik PT Pertamina EP Pangkalan Susu ini untuk menyalurkan gas dari lokasi Pulau Panjang (PPJ) ke Main Getring Station (MGS) melalui jalur bawah laut.
Salah seorang warga lokal yang bekerja sebagai nelayan tradisional mengatakan kebocoran line pipa di dasar laut dari PPJ ke MGD telah berlangsung cukup lama, yakni hampir setahun, harapan nelayan tersebut secepatnya diperbaiki oleh pihak yg bersangkutan,KRNA menurut beliau bau gas tersebut sangat tercium sekali diarea tersebut.
"Awalnya tekanan gas kecil keluarnya, tapi lama-kelamaan semburan gasnya tambah besar," ujar warga, menduga kebocoran ini disebabkan kondisi pipa yang korosif atau sudah berkarat.
Lokasi jalur pipa relatif dekat dengan jety kapal yang bongkar muat elpiji di Pertamina Gasdom. Warga khawatir, jika terjadi insiden kebakaran akibat yang ditimbulkannya akan sangat fatal.
Humas Pertamina, Wahyu, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/04/2026) mengatakan, pihaknya langsung terjun ke lokasi begitu mendapat informasi tentang kebocoran ini.
Wahyu mengatakan, "pihak Pertamina turun ke lapangan untuk mematikan line gas PPJ ke MGS. Kemudian, karena waktu sudah sore, upaya mematikan line pipa dilanjutkan pada keesokan harinya," jawabnya.
Namun Wahyu juga mengatakan, "Penanganan tidak boleh setengah-setengah karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya, seraya menyampaikan terima kasih atas atensi media yang memberikan informasi. (HEN).

