-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kinerja Petugas PLN Dipertanyakan, Oknum Petugas PLN ULP Barus Dinilai Sangat Buruk dan Tidak Profesional.

Rabu, 22 April 2026 | 00.31.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T07:31:34Z

Keterangan Photo : Surat dari PLN.


BARUS-TURANGNEWS.COM-Kinerja oknum petugas PLN ULP BARUS dikeluhkan warga Sangat Buruk karena diduga melakukan penggantian Meteran PLN dari pascabayar ke prabayar (Token/Pulsa) yang dianggap sepihak karena alasan menunggak 3 bulan.


Biasanya Tiga bulan adalah jangka waktu terakhir yang diberikan PLN kepada pelanggan untuk melunasi semua tunggakannya. Jika pelanggan belum membayar, maka siap-siap namanya akan dicoret dari daftar pelanggan PLN dan listrik pascabayar akan diputus secara permanen. Kalau hal ini sudah terjadi, pelanggan harus melunasi tunggakan dan membayar biaya penyambungan pasang baru dengan menggunakan kWH meter prabayar.


Riko simanullang telah membayar tunggakan 57,163 dan belum sempat dicoreng dari pelanggan PLN.


Hal ini dikeluhkan oleh  Riko simanullang , salah satu pelanggan di Desa Manduamas Lama, Kecamatan Manduamas tapanuli tengah yang merasa tidak terima dengan penggantian meter sepihak oleh petugas PLN dengan alasan menunggak. Saat pembongkaran pada saat itu Petugas ULP BARUS diam-diam membongkar kwh tanpa ada pemberitahuan sebelumnya... setelah dilakukan pembongkaran Rampung, Baru diberikan surat pemberitahuan.


Pasalnya menurut pengakuan Riko Manullang, mereka tidak mendapatkan pemberitahuan secara langsung atau dari pemberitahuan tetangga terkait pembongkaran meter tersebut.


Dia mengakui memang ada keterlambatan pembayaran selama 3 bulan, yang harusnya dibayar hingga tanggal 20 bulan November, namun nanti dibayarkan pada tanggal 28 April 2026.


“Memang kami menunggak selama 3 bulan, karena rumah itu tidak ada orang yang tinggal, karena kami lagi berada diluar kota. karena tagihannya hanya 57,163 ribu, mulai dari bulan februari hingga bulan April tanggal 28/april/2026 pembayaran  terang Riko Simanullang, Jumat (17/04/2026).


Namun dengan adanya tunggakan itu, Riko sapaan akrabnya mendapatkan informasi dari tetangga bahwa meteran di rumahnya telah dicabut oleh pihak petugas PLN ULP BARUS, Dia pun langsung menghubungi petugas PLN melalui via telepon Wa, petugas mengatakan jika tagihannya sudah dibayarkan maka meteran tersebut akan langsung dipasang kembali.


Sekalian di situ petugas PLN ULP BARUS menyampaikan kepada saya kalau meter di rumah kami akan diganti ke meter pulsa,” terangnya lagi.


Dia pun menyesalkan ternyata meter pascabayar yang ada dirumahnya akan diganti ke meter prabayar tanpa ada alasan kuat dari petugas PLN kepada pihaknya selaku pelanggan akan dipasang.


“Saya kaget mereka telah mengganti meter dengan meter pulsa. Padahal tidak ada pemberitahuan kalau orang itu datang pada selasa 21/04/2026. . Malahan meter kami dicabut dan diganti dengan meter pulsa tanpa sepengetahuan kami,” sesal Riko dengan kinerja petugas PLN ULP BARUS


Menyikapi hal itu, media ini langsung menghubungi Kantor ULP PLN Barus berniat untuk berkonfirmasi dengan Petugas PLN ULP BARUS Musiffin selaku PAD melalui Wa.


Saat dikonfirmasi, Musiffin menyampaikan bahwa pelanggan PLN tersebut memang benar telah menunggak selama 3 bulan Bahkan dia memastikan, akan dialihkan kemeteran Prabayar.


“Jadi yang dicabut APP-nya (Meter) terkait yang menunggak 3 bulan atau menunggak berulang. Kemungkinan pelanggannya memang suka terlambat membayar karena posisinya yang diluar kota” jelasnya.


Musiffin juga memastikan bahwa, meteran pelanggan yang sudah diganti ke meteran prabayar tersebut sudah tidak bisa lagi di kembalikan ke meteran pascabayar. “Nda bisa, harus pake meter prabayar,” tegasnya.


Sementara itu, terkait permasalahan menunggak berulang yang menjadi dasar pencabutan dan penggantian meteran listrik oleh Petugas PLN ULP Barus.


Dan petugas kita sudah berapa kali mendatangi rumah pelanggan tetapi selalu kosong... lanjutnya lagi.


Pihak media melakukan pertanyaan lebih dalam lagi adakah photo-foto bahwa anggota bapak ke TKP sekalian surat tugas anggota bapak, juga pertinggal rekening yang selama ini, akan ditagih kepada pelanggan hingga dilakukan pembongakaran Rampung.


 Jawab Musiffin selaku PAD "tidak ada pak untuk foto-fotonya yah memang kami sangat memerlukan itu sebenarnya, tapi anggota dilapangan tidak ada berikan kepada kami, kalau surat tugasnya tidak ada pak, juga rekening February dan Maret tdak ada pak, selain surat terakhir yang diberikan ini" tutupnya.


Sehingga pihak mediapun menilai Petugas ULP Barus Tidak Savety dalam bertugas dilapangan, hanya bermain-main dan mempersulit pelanggan.


Malam Rabu berkisar jam 18.000 setelah dilakukan pemasangan kwh meteran prabayar di sore hari, Pelanggan Riko Simanullang melaporkan lagi ke ULP Barus bahwa meteran yang dipasang karena menggunakan MCB KWH meter yang rusak. Sehingga lampu Riko simanullang keadaan padam, Riko sangat kecewa kepada petugas ULP Barus, Karena pelayanan Sangat buruk, tidak lama kemudian didatangi oleh petugas Yantek Kantor Jaga PLN Manduamas memperbaikinya kembali hingga nyala seperti biasanya. (**)

×
Berita Terbaru Update