ACEH TIMUR-TURANGNEWS.COM-Seorang perangkat gampong di Desa Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak, dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh warga, diduga dipicu kekecewaan terkait penyaluran bantuan jatah hidup (jadup) yang belum diterima.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan ekonomi pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, warga yang emosi meluapkan kekesalannya kepada aparat desa karena merasa hak mereka belum terpenuhi.
Sejumlah warga mengaku telah lama menunggu kepastian bantuan jadup, namun hingga saat ini belum ada kejelasan terkait waktu pencairan maupun mekanisme distribusinya. Kondisi ini memicu ketegangan antara masyarakat dan perangkat gampong.
“Sudah lama kami tunggu, tapi tidak ada kejelasan. Sementara kebutuhan hidup terus berjalan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak aparatur gampong maupun pemerintah kecamatan terkait insiden tersebut. Aparat keamanan diharapkan segera turun tangan untuk meredam situasi dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa ini menjadi cerminan rapuhnya hubungan antara masyarakat dan pemerintah di tingkat desa ketika kebutuhan dasar tidak terpenuhi. Di satu sisi, warga menuntut haknya, di sisi lain aparat gampong berada di garis depan menghadapi tekanan tanpa kejelasan distribusi bantuan dari pihak berwenang.
Dikwatirkan jika tidak segera ditangani secara transparan dan adil, persoalan bantuan sosial seperti jadup berpotensi terus memicu konflik horizontal di tengah masyarakat. (REN).

