Keterangan Photo : Massa pengunjukrasa PKL merasa kecewa karena tuntutan mereka belum dapat dipenuhi.
BINJAI-TURANGNEWS.COM-Proses dialog antara pedagang kaki lima (PKL) korban penggusuran dengan Pemerintah Kota Binjai berakhir tanpa kesepakatan. Massa pengunjuk rasa memilih meninggalkan ruang rapat Kantor Wali Kota Binjai setelah mediasi tidak menemukan solusi, Senin (27/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pedagang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F Simanjuntak. Ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi pedagang telah didengar dan akan disampaikan kepada wali kota.
"Kami sudah mendengarkan semua aspirasi. Solusi yang disampaikan akan kami bahas lebih lanjut dan segera dikoordinasikan dengan wali kota," ujarnya dalam forum dialog.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen mengedepankan pendekatan dialogis dan tengah menyiapkan skema relokasi bagi para pedagang.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Binjai, Sofyan Syahputra Siregar. Ia menjelaskan bahwa Pemko telah menyiapkan beberapa lokasi alternatif relokasi.
Pedagang di kawasan Jalan Olahraga (depan Masjid Agung) direncanakan direlokasi ke area Stadion Binjai dengan fasilitas tenda gratis bagi sekitar 50 pedagang. Sementara itu, pedagang di Jalan Bandung, Kecamatan Binjai Selatan, diarahkan ke eks RSUD Bangkatan.
"Pemerintah tetap memikirkan nasib para pelaku UMKM. Relokasi ini merupakan bagian dari penataan agar sesuai regulasi," jelasnya.
Namun, dalam dialog tersebut, sejumlah pedagang menolak rencana relokasi, khususnya ke area stadion. Mereka beralasan lokasi tersebut pernah digunakan sebelumnya, tetapi sepi pembeli.
Salah seorang pedagang, Firman, yang berjualan buah di Jalan Olahraga, meminta agar pedagang diizinkan kembali berjualan di lokasi semula sambil menunggu relokasi.
"Kami minta solusi sementara, minimal ada izin berjualan dulu sambil menunggu kepastian relokasi," ujarnya.
Ketidaksepahaman ini membuat dialog berjalan buntu. Pedagang juga mendesak agar dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, pada hari yang sama.
Namun, Kepala Dinas Kominfo Binjai, Muhammad Ikhsan Siregar, menjelaskan bahwa wali kota sedang berada di luar daerah, tepatnya di Palembang, untuk menghadiri kegiatan apresiasi pemerintah daerah berprestasi 2026.
Pemko telah menawarkan jadwal pertemuan lanjutan pada Rabu mendatang, namun tawaran tersebut ditolak oleh massa aksi.
Pantauan di lokasi, mayoritas peserta dialog merupakan pedagang dari Jalan Olahraga yang berjumlah sekitar 54 orang. Sementara itu, pedagang dari Jalan Bandung hanya sebagian kecil yang hadir karena sebagian lainnya telah menyetujui relokasi.
Karena tidak menemukan titik temu, para pedagang akhirnya meninggalkan ruang rapat dan kembali berorasi di halaman Kantor Wali Kota Binjai, sebelum melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Binjai untuk menyampaikan tuntutan mereka. (**).

