-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Data Lamban, Derita Korban Banjir Makin Berat, Kepala Daerah Harus Bertanggung Jawab.

Sabtu, 17 Januari 2026 | 08.23.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-17T16:32:59Z

Keterangan Photo : Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh menyayangkan atas lambannya proses pendataan terhadap korban yang terdampak.


ACEH-TURANGNEWS.COM-Lambannya proses pendataan terhadap korban terdampak banjir, menunjukkan lemahnya kinerja birokrasi dan tata kelola pemerintah ditingkat gampong dan daerah sangat buruk.


Ketua Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, Masri, sangat menyayangkan atas lambannya proses pendataan terhadap korban yang terdampak, lambannya kerja pemerintah gampong dan daerah ikut memperpanjang penderitaan korban bencana banjir, Sabtu (17/01/2026).


"Ini sudah 50 hari pasca banjir, akan tetapi data saja masih belum siap, seharusnya pemerintah sudah bisa menyalurkan bantuan dana panik yang sangat dibutuhkan oleh para korban, ini menunjukkan betapa bobroknya birokrasi dan tata kelola pemerintahan ditingkat gampong dan daerah," kata Masri.


Menurut Masri, Selain terlambat dalam proses pendataan, banyak keluhan korban banjir yang mendapatkan perlakuan diskriminatif, adanya tebang pilih dari petugas pendataan ditingkat gampong.


"Ada beberapa laporan dari warga, mengeluh karena mendapatkan perlakuan diskriminatif dari petugas yang melakukan pendataan di tingkat gampong, bahkan proses pendataan dilakukan di atas meja tanpa turun langsung melihat kondisi kerusakan rumah, sehingga ada beberapa korban yang mengalami rumahnya rusak parah, namun dalam pendataan rusak sedang dan ringan atau sebaliknya,,"  ujar  Masri


Masri juga menambahkan, lambatnya pendataan ada indikasi terjadinya praktek manipulasi data korban, sehingga dikhawatirkan  penerima bantuan tidak tepat sasaran.


"Tidak tertutup kemungkinan adanya indikasi terjadinya praktek manipulasi data korban, dan ini yang paling kita khawatirkan, sebab berpotensi terjadi konflik di masyarakat," tambah Masri.


Masri menegaskan, akibat Lambannya pendataan secara valid terhadap data korban, Keuchik, Kepala Daerah Bupati/Walikota  harus bertanggung jawab, sebab itu menyangkut nasib korban banjir.


"Atas keterlambatan data korban, Keuchik, Bupati/walikota, dan Camat harus bertanggung jawab," tegas Masri


Aliansi Pers berharap kepada Aparat Penegak Hukum(APH) menindak tegas pihak pihak yang bermain melakukan manipulasi data, karena itu bentuk kejahatan, bukan hanya merugikan korban yang benar-benar terdampak, akan tetapi menyebabkan kerugian negara, tutup Masri. (REN).

×
Berita Terbaru Update