-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kinerja Polsek Medan Labuhan Dipertanyakan, Gudang Oplosan BBM Bersubsidi Diduga Bebas Beroperasi di Kelurahan Pekan Labuhan Lingkungan-29 Gudang Kapur.

Selasa, 10 Juni 2025 | 05.15.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-04T02:48:40Z
Keterangan Photo : Truk Tangki Pengangkut BBM bersubsidi dan Truk Colt Diesel Warna Kuning Yang Diduga Mengangkut Minyak Mentah dari Aceh, Diduga Siap-siap Memasuk Gudang Oplosan BBM Diduga Milik Zulkipli Damanik alias Efi.


MEDAN-TURANGNEWS.COM-Maraknya dugaan gudang pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite, didaerah Wilayah Hukum Polsek Medan Labuhan, persisnya di daerah Kelurahan Pekan Labuhan Lingkungan-29 Gudang Kapur, membuat warga resah dampak sebab dan akibat yang akan timbul dikemudian hari.


Hal tersebut berdasarkan adanya informasi dari warga sekitar gudang yang diduga digunakan untuk melakukan kegiatan oplosan minyak mentah di olah menjadi BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite.


Berdasarkan informasi yang diperoleh dari "RT" (43) tahun Warga setempat, kepada wartawan ini menyebutkan, "warga udah mulai resah bang dampak mulai bebasnya kegiatan penimbunan dan Pengoplosan BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite di tempat tinggal kami di daerah Kelurahan Pekan Labuhan Lingkungan-29 Gudang Kapur," ungkapnya, Selasa (10/06/2025) sekira pukul : 10.00 WIB disalah satu Warkop di daerah Titi Papan.


Menurut "RT" gudang yang diduga milik Zulkipli Damanik alias Efi di wilayah Kelurahan Pekan Labuhan Lingkungan-29 Gudang Kapur, selain menampung penimbunan BBM bersubsidi dari Truk tangki yang mengangkut BBM bersubsidi, juga diduga mengoplos minyak mentah (konden) yang sengaja didatangkan dari Provinsi Aceh.


Kondisi Saat Wartawan ini Sedang Melakukan Monitoring Truk Colt Diesel warna kuning dan Truk Tangki Pengangkut BBM bersubsidi di depan gudang yang diduga milik Zulkipli Damanik alias Efi.


"Gudang itu diduga milik Zulkipli Damanik alias Efi bang, operasionalnya diduga melakukan kegiatan Pengoplosan minyak mentah diolah menjadi berbagai macam BBM, dan salah satunya adalah Solar dan Pertalite bang, cara kerja mereka mencampur BBM bersubsidi yang diperoleh dari truk tangki BBM yang biasanya disebut kencing di gudang tersebut, lalu dicampur dengan minyak mentah yang mereka datangkan dari provinsi Aceh," ungka "RT" lebih lanjut.


Mengakhiri ucapannya "RT" menyebutkan, ada dugaan kegiatan oplosan minyak mentah dan penimbunan BBM digudang Efi itu lancar beroperasi, informasinya dari orang yang bekerja di  gudang milik Zulkipli Damanik alias Efi, diduga pengusahanya menyetor ke pihak kepolisian.


"Kabarnya sih dari salah satu pekerjanya, bos mereka yang katanya bernama Zulkipli Damanik alias Efi diduga ada setoran ke Kepolisian bang," sebut "RT" mengakhiri keterangnya.


Atas dasar informasi tersebut, wartawan ini melakukan investigasi ke lokasi gudang yang diduga milik Zulkipli Damanik alias Efi, dan benar saja saat wartawan ini berada didepan gudang terpantau ada Truk Colt Diesel yang ditutup terpal yang diduga mengangkut minyak mentah (konden) dari provinsi Aceh, juga terlihat truk tangki yang diduga mengangkut BBM bersubsidi, dan terpantau truk Colt Diesel dan Truck Tangki bergerak masuk ke dalam gudang, namun sayangnya setelah gudang yang berpintu warna kuning itu langsung ditutup dan wartawan ini tidak diperbolehkan untuk masuk.


Keterangan Photo : Pintu Gerbang Gudang Yang Diduga Milik Zulkipli Damanik alias Efi Yang Langsung Ditutup Begitu Truk Tangki dan Truk Colt Diesel Masuk.


Setelah berita ini terbit, wartawan ini berharap adanya tindakan atau respon cepat dari pihak Kapolrestabes Medan dan jajarannya, mengingat berita merupakan informasi buat Kapolrestabes Medan dan Kapolda Sumut, mengingat ada isu yang beredar di masyarakat jika sang Oknum pemilik atau pengusaha BBM Oplosan, melakukan setoran ke pihak Kepolisian.


Maka sudah seharusnya Polisi bertindak dan bergerak cepat jika informasi yang beredar itu salah, namun jika dalam tiga hari setelah berita ini terbit belum ada juga tindakan dari Kepolisian, maka patut diduga informasi yang beredar di masyarakat adalah benar. (SF).

×
Berita Terbaru Update