-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kadis Dikjar Tapteng Diduga Sengaja Menghambat Pencairan Dana Sertifikasi Guru, Dan Enggan Dikonfirmasi Wartawan.

Kamis, 11 Juli 2024 | 21.27.00 WIB | 0 Views Last Updated 2024-07-12T04:27:55Z
Keterangan Photo : SMPN 3 Satu Atap Kecamatan Sosorgadong Kabupaten Tapanuli Tengah.


TAPANULI TENGAH-TURANGNEWS.COM-Adanya informasi dari salah satu guru di SMPN 3 Satu Atap Sosorgadong Kabupaten Tapanuli Tengah, yang menginformasikan jika salah satu rekannya yang berinisial "SS", hingga saat ini belum menerima dana sertifikasi triwulan 1 dengan alasan data pemberkasan temannya itu datanya tidak valid sesuai dapodik.


"Bang, cobalah dulu bantu teman saya itu bang, kasihan saya melihatnya, ada kendala dengan pemberkasan dia yang tidak valid berdasarkan dapodik bang, padahal ketidakpalitan data teman saya itu karena dia sering di pindah tugaskan bang," ucap salah satu guru yang bernama Inem (Bukan nama sebenarnya -Red), menceritakan tentang nasib sesama rekannya, Kamis (11/07/2024) sekira pukul : 11.40 WIB.


Namun Inem minta supaya identitasnya dirahasiakan untuk keselamatan dan kenyamanan dirinya.


Selanjutnya menurut Inem, "seandainya dia (maksudnya "SS", tidak di pindah-pindah tugaskan, pastinya dia tidak ada kendala bang, dan seharusnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah dapat membantu untuk menyelesaikan pemberkasan dapodiknya iyah kan bang, supaya tidak ada masalah dan datanya bisa valid sesuai dapodiknya, toh pindah tugas itukan bukan permintaan kami sebagai guru bang," sebutnya.


"Dan jika dibiarkan berlarut larut hingga pencairan sertifikasi berikutnya juga tetap ada kendala di pemberkasan, maka kemungkinan terburuknya dana sertifikasinya bisa hilang itu bang, jujur saya kasihan ke dia bang, karena dia sering curhat ke saya tapi saya juga bingung bagaimana untuk bisa membantu dia, makanya kebetulan saya jumpa sama abang, hal ini saya sampaikan ke Abang, kali aja abang bisa bantu, tapi bener yah bang, nama dan identitas saya mohon di rahasiakan bang," pinta Inem ke wartawan.


Mengakhiri keterangnya Inem menyebutkan, "kayaknya kan bang, Kadis Dikjar itu diduga sengaja mempermainkan dia bang, sebab menurut rekan saya itu, awalnya Dinas bersedia dan menjanjikan untuk mencairkan dana sertifikasi triwulan 1 dia bang, e gak tahunya koq enggak, kalau sempat begitu terus bukan sedikit loh bang yang bakal hilang uang yang harus diterimanya itu, 17 jutaan bang, abang bantulah bang, abangkan dekat itu dengan orang-orang di Dinas Dikjar Kabupaten Tapanuli Tengah bang atau kemungkinan Pak Kadisnya juga Abang kenal," pungkasnya.


Terpisah, awak media mencoba meminta keterangan dengan "SS" langsung, namun sayangnya, "SS" terkesan menutup diri tidak mau cerita, mungkin dia takut di pindahkan lagi jika menceritakan permasalahannya dengan wartawan.


"Enggak ada masalah bang, pihak Dinas akan bantu koq," ucap SS sambil berlalu. Namun melalui suaminya, awak media berhasil mendapatkan informasi yang sebenarnya yang nyaris sama keterangannya dengan apa yang di ceritakan Inem.


Sementara Sang Kepala Sekolah juga belum bisa dikonfirmasi oleh awak media, dan langkah selanjutnya awak media akan mendalami kasus ini.


Sebelum berita ini terbit, awak media juga sudah mencoba melakukan konfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Tapanuli Tengah, namun sangat disayangkan, diduga Sang Kadis Dikjar sengaja tidak berkenan menjawab pertanyaan wartawan baik melalui chatting dan telpon, Jum'at (12/07/2024).


Dan setelah berita ini terbit, awak media akan melanjutkan pemberitaan ini ke pihak Aparat Penegak Hukum, mengingat adanya dugaan penyalahgunaan jabatan yang dengan kesewenang-wenangannya yang diduga tidak ada niat membantu bawahannya untuk memperoleh haknya. (GS).






×
Berita Terbaru Update