SIMALUNGUN-TURANGNEWS.COM - Terpantau kru media dilokasi, ribuan pokok dari ratusan hektare Tanaman Kelapa Sawit milik PTPN IV Regional I Kebun Dusun Hulu, yang berada di Desa Banjar Hulu, Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun kondisi tanaman yang sangat memprihatikan, dengan kondisi tanaman yang tanpa daun (tinggal lidi), Selasa (09/04/2024).
Termonitoring kondisi tanaman kelapa sawit yang terletak di areal Afdeling VI dengan nomor blok : 103, 133, 104, 132, dan Afdeling VII dengan nomor blok : 97 dan 107, kondisi tanaman yang sangat memprihatikan.
Ada dugaan rusaknya tanaman kelapa sawit akibat tidak terealisasinya dengan benar dan tepat kegiatan penyemprotan hama, dan ada dugaan dana perawatan untuk pengendalian hama tanaman tidak dikerjakan, dan diduga dana di gunakan untuk kepentingan pribadi.
Hal tersebut disampaikan oleh Seorang Purnakarya Perkebunan Nusantara, yang cukup paham dengan tata cara dan aturan serta mekanisme pengendalian hama ulat terhadap tanaman kelapa sawit, dan minta supaya identitasnya di rahasiakan, kepada wartawan mengatakan, "jika kita melihat kondisi tanaman yang tinggal lidi artinya serangan hama ulat itu sudah sangat berat, dan ada dugaan kegiatan penyemprotan hamanya tidak terealisasi dengan benar," ungkapnya.
"Hama ulat yang menyerang tanaman kelapa sawit khususnya daun, bukanlah hal yang baru, dan sebagai perkebunan milik BUMN sudah pasti sudah punya trik dan cara mengantisipasinya supaya serangan tidak seluas dan separah seperti yang kondisinya ada di Afdeling VI Kebun Dusun Hulu, dan jika kondisinya sudah separah itu maka kita kudu mempertanyakan dana perawatannya terealisasi atau tidak," ucapnya Pensiunan Karyawan PTPN III itu lagi.
Sementara informasi senada juga diterima oleh salah seorang Karyawan Panen yang berinisial "BKT" (35) kepada awak media mengatakan, "dampak dari serangan ulat di tanaman Kelapa Sawit sangat menggangu kami dalam melakukan aktivitas panen, badan terasa gatal sekujur badan akibat ulat bulu yang menempel pada pelepah kelapa sawit yang tinggal lidi, dan tidak jarang kami sampai opname (sakit) dampak serangan ulat bulu tersebut," ungkap "BKT."
Sayangnya, ketika awak media berniat untuk melakukan konfirmasi ke Manajer atau Humas kebun, awak media tidak berhasil ketemu dengan pihak yang terkait di Kantor Kebun dikarenakan cuti menghadapi Idul Fitri 1445 H.
Tentunya dengan kondisi Tanaman Kelapa Sawit yang sangat urgent, pihak Jajaran Direksi Holding PTPN memberikan aturan dan tatacara menghadapi libur lebaran, mengingat serangan hama ulat yang begitu cepat yang dalam hitungan jam saja semua tanaman kelapa sawit bisa habis tanpa berdaun lagi alias tinggal lidi, konon lagi ditinggalkan tanpa antisipasi dan tanpa petugas yang tetap aktif melakukan antisipasi pencegahan sama sekali. (TIM).




.jpg)
