ASAHAN-TURANGNEWS.COM - Satu-satunya akses jalan warga Aek Belu yang ingin ke Aek Polan, begitu juga sebaliknya adalah jembatan gantung, namun sangat disayangkan, kelihatannya Pemkab Asahan tidak peduli dengan perbaikan dan perawatan dengan jembatan gantung tersebut, adanya keluhan dari masyarakat setempat ke kru media turangnews.com, supaya dapat mempublikasikan jembatan gantung yang merupakan akses keluar masuknya warga, sehingga kru media melakukan investigasi langsung ke lokasi, Jum'at (15/03/2024).
Terpantau, warga tetap nekad melintas dan menggunakan jembatan gantung kendati kondisinya sudah sangat memperihatinkan, dengan kondisi jembatan yang lantainya sudah bolong-bolong dan lapuk. Dan posisi jembatan gantung yang dibuat persis
di atas jurang dengan kedalaman ratusan meter, tentunya sangat membahayakan pengguna yang melintas, dan sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten Asahan memprioritaskan perawatannya mengingat jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya aksen jalan buat warga setempat.
Kepada kru wartawan, I Lubis yang merupakan Tokoh Masyarakat mengatakan, "bang, tolong bantu beritakan jembatan gantung ini bang, kami sudah capek memviralkan lewat akun Facebook, tiktok, Snake Video dan Instagram, namun tidak ada tanggapan sama sekali, padahal di Kabupaten dan Provinsi lain begitu di viralkan lewat Medsos langsung ada perubahan dan perbaikan. Tapi kenapa di Kabupaten Asahan ini tidak yah bang, mungkin pejabat di Asahan ini gaptek dengan aplikasi seperti itu yah bang," sebutnya.
"Mungkin melalui pemberitaan baik itu dari media online dan cetak, bapak Bupati Asahan yaitu Bapak Surya B. Sc dan jajarannya bisa lebih peka dan peduli dengan kondisi jembatan gantung di desa kami ini, lihat lah kondisinya bang, mohon bantu doanya yah bang untuk keselamatan para pengguna jalan yang melintas di jembatan gantung ini," pungkasnya.
Disinggung tentang adanya jalan lain selain melewati jembatan gantung, I Lubis menjawab, "ada bang tapi mutar, jika dari jembatan ini cukup dengan waktu 5 menit untuk sampai ke sebrang, jika mutar bisa dengan waktu 1,5 jam bang. Dan sebenarnya yang kami pertanyakan adalah kenapa Pemkab Asahan bisa membangun jembatan gantung ini dengan biaya besar, tapi kenapa untuk merawatnya tidak bisa, dan apakah tidak bisa diambil dari Dana Desa untuk perbaikan dan perawatan jembatan gantung ini," sebut I Lubis mengakhiri keterangnya.
Sementara Kepala Desa Buntu Pane, saat dikonfirmasi melalui Aplikasi WhatsApp, belum dapat memberikan tanggapan karena pesan dari kru media masih contreng. Dan semoga setelah pemberitaan ini terbit para Pejabat Pemkab Asahan khususnya Bapak Bupati Asahan dan Instansi terkait dapat segera bertindak dan merealisasikan perbaikan sebelum lebaran. (HARDI).



