-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mobil Ambulan Bergambar Tokoh Masyarakat Asahan Di Gunakan Angkut Besi KA Curian.

Kamis, 05 Januari 2023 | 13.09.00 WIB | 0 Views Last Updated 2023-01-05T21:09:21Z


ASAHAN-TURANGNEWS.COM.

Mobil Ambulan yang pada umumnya digunakan untuk membawa pasien ke Rumah Sakit atau mengantar jenazah ke pekuburan, namun beda dengan mobil Ambulan yang bergambar Tokoh Masyarakat di Asahan, dimana diketahui mobil Ambulan digunakan oleh kawanan oknum untuk mengangkut besi rel Kereta Api curian.


Namun aksi kawanan oknum pencuri besi Kereta Api bisa digagalkan dan melarikan diri saat aksi mereka dipergoki oleh Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Kisaran.


Mengutip keterangan Danru Polsuska Kisaran Tri Rohmad, saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, "benar jika tim telah memergoki dan menggagalkan aksi kawanan oknum pencuri besi rel Kereta Api, dan peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (05/01/2023) sekira pukul : 04.00 WIB," ungkapnya. 


"Saat itu kami sedang melakukan patroli di wilayah jalur KA Km 6-Km7, tepatnya Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, dan melihat mobil putih (ambulan) dengan lampu rotator menyala," ucap Rohmad.


“Awalnya kami berpikir ada yang meninggal saat melihat ambulan menyalahkan lampu rotator nya, karena penasaran kami berusaha untuk mendekati mobil Ambulan dan kami melihat ada orang yang membawa senjata tajam kearah kami, namun setelah melihat kami mereka langsung kabur," ungkap Rohmad lebih lanjut.


Menurut Rohmad pihaknya melihat ada sekitar lima orang pelakunya,  dan dari kelima oknum pelaku tiga diantaranya menggunakan parang (sajam red). 


Pihaknya berusaha mengejar, namun para pelaku berhasil kabur meninggalkan mobil Ambulan BK 9113 VY, dan setelah diperiksa ternyata mobil Ambulan berisikan 27 batang besi dengan panjang masing-masing dua meter, dan besi-besi yang dicabut kawanan oknum pencuri itu adalah besi penahan balas rel utama, yang tentunya akan sangat membahayakan Kereta Api (KA) yang melintas dengan resiko bisa terjadi longsor di bagian rel, dan KA bisa keluar dari jalur. 


Mengakhiri percakapannya lewat via seluler, Rohmad mengatakan, “permasalahan ini bisa dikatakan sabotase, dan pastikan akan sangat membahayakan bagi Kereta Api yang melintas, dan kejadian kehilangan besi balas rel Kereta Api sudah ada lima kali  kejadian kehilangan, itu sebabnya kami terus tingkatkan patroli, dan untuk kasus ini akan segera kami laporkan ke Polres Asahan untuk tindak lanjutan,” jelas Rohmad. (H.SR).


×
Berita Terbaru Update