PERBAUNGAN-TURANGNEWS.COM-Dampakantrian kendaraan yang cukup untuk melakukan pengisian BBM baik jenis Solar dan pertalite di SPBU 14.206.1106 Sei Sijenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, sempat terjadi dugaan baku hantam sesama supir truk, Selasa (14/07/2026).
"Gara gara antrian panjang ini lah bang, sesama supir supir jadi baku hantam, diduga truk yang warna hijau itu disalip oleh truk yang didepannya, karena merasa dicurangi supir truk warna hijau itu langsung emosi dan turun dari truk menghampiri truk yang didepannya, bahu hantam tidak bisa dihindari bang, karena posisinya memang sudah sama-sama emosi mungkin bang," sebut salah satu pengendara sepeda motor beat yang juga turut ngantri untuk pengisian pertalite.
Menurut warga yang terakhir mengaku bernama Rivai (36) tahun, kepada wartawan ini menjelaskan, "sudah dilerai koq bang sama sesama supir, inilah dampak karena dugaan BBM di SPBU terbatas bang, sehingga yang antri panjang takut pas dapet gilirannya minyak habis," ucapnya.
"Saya berangkat kerja ini bang, semalam sore waktu pulang mau isi sudah antri panjang, e gak tahunya juga pagi ini masih antri panjang juga untuk isi pertalite, kacau kalau gini terus bang, sudah hampir satu jam saya antri bang, ini ada 11 sepeda motor lagi didepan saya, bisa-bisa kena SP lah saya ini dijerjaan bang," ungkap Rivai lagi yang ngaku warga Perbaungan Pekan dan kerja di Sei Rampah.
Mengakhiri keterangnya Rivai berpesan untuk Pemerintah kiranya pahamilah kondisi rakyatnya, jangan pahamnya cuma bikin kebijakan yang mengatasnamakan untuk rakyat tapi realisasinya hanya untuk kepentingan oknum pejabat.
"Sudah makin menderita rakyat Indonesia ini bang, ibarat jatuh ketimpa tangga kesiram cat lagi, betapa tidak, Pemerintah saat ini naikkan BBM suka-suka hatinya, parahnya lagi sudah harga dinaikkan BBM justru sulit pula dibeli di SPBU karena alasan stok menipis sehingga beginilah jadinya bang, rakyat antri hanya untuk isi pertalite 2 atau 3 liter tapi perjuanngnya sangat luar biasa," pungkas Rival lagi. (EDY).
Editor : Eka Ratna Dilla. SH.


