-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kelompok Tani Ladang Subur Makmur Jaya Tandem Hilir Dua, Mengaku Diteror Oknum Tentara dan Pensiunan Eks PTPN II, Bawa Senjata Tajam.

Kamis, 30 April 2026 | 03.14.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-30T10:14:41Z

Keterangan Photo : Dugaan Intimidasi dari Oknum Preman Kepada Petani di Kelompokkan Tani Makmur Jaya di Tandem Hilir Dua, yang terjadi pada hari Rabu (29/04/2026).


BINJAI-TURANGNEWS.COM-Aksi dugaan intimidasi dan perusakan terjadi terhadap Kelompok Tani Ladang Subur Makmur Jaya di Tandem Hilir Dua, yang terjadi pada hari Rabu (29/04/2026), oleh sekelompok orang tidak dikenal yang mengaku sebagai tentara serta pensiunan PTPN eks 2, yang diduga melakukan penebasan pohon dan tanaman milik warga yang tergabung di Kelompok Tani Ladang Subur Makmur Jaya, secara brutal.


Tidak hanya merusak, para pelaku juga disebut membawa senjata tajam jenis kelewang panjang serta melontarkan bentakan dan ancaman kepada masyarakat yang berada di lokasi. Tindakan tersebut menimbulkan ketakutan dan keresahan di kalangan anggota kelompok tani.


Ketua Kelompok Tani, Yono, yang merasa dirugikan atas kejadian ini, langsung mengambil langkah hukum. Didampingi kuasa hukumnya, M. Aris Damanik, SH, melaporkan secara laporan resmi ke Polres Binjai terhadap para pelaku yang diduga merupakan oknum preman yang mengatasnamakan institusi tertentu.


M. Aris Damanik, SH selaku kuasa hukum dari Kelompok Tani Ladang Subur Makmur Jaya, dalam kesempatan menegaskan 

 bahwa tindakan para pelaku, tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga berpotensi melanggar hukum pidana.


“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan arogan dan intimidatif yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai bagian dari institusi tertentu. Ini jelas mencoreng nama baik lembaga dan tidak bisa ditolerir. Kami telah membuat laporan resmi ke Polres Binjai dan meminta aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar M. Aris Damanik.


Lebih lanjut, pihaknya mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap para pelaku, serta memastikan keamanan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari lahan tersebut.


Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat tindakan premanisme berkedok institusi dapat merusak kepercayaan publik dan menciptakan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.


Ketua Kelompok Kelompok Tani Ladang Subur Makmur Jaya, Tono kepada wartawan ini mengatakan, "kami sangat berharap kiranya Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polisi, segera mengambil tindakan yang tegas, agar kami merasa tenang melakukan aktivitas bertani, jujur sejak insiden yang selalu dibuat oleh orang yang tidak kami kenal, merusak tanaman kami, saat ini kami jadi takut beraktifitas seperti biasa, Bapak Kapolres Binjai mohonlah sikap tegasnya demi menjaga keamanan dan keadilan bagi masyarakat kecil," pungkasnya mengakhirinya. (BR).

×
Berita Terbaru Update