-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Tengah Luka Banjir, Artcare for Sumatra dari Jogjakarta Hadir Membawa Harapan di Huntara II Aceh Tamiang.

Sabtu, 18 April 2026 | 09.23.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-18T16:23:01Z

Keterangan Photo : Sentuhan seni yang dibawa oleh Artcare for Sumatra yang berasal dari Jogjakarta, Sabtu, 18 April 2026, membawa harapan hadir di Aceh Tamiang.


ACEH TAMIANG-TURANGNEWS.COM-Di antara deretan hunian sementara (Huntara) yang berdiri di Huntara II Desa Bundar Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang, tawa anak-anak perlahan kembali terdengar. Di balik duka mendalam pasca bencana banjir hidrometeorologi yang meluluhlantakkan kehidupan warga, secercah harapan hadir melalui sentuhan seni yang dibawa oleh Artcare for Sumatra yang berasal dari Jogjakarta, Sabtu, 18 April 2026.


Rangkaian acara ini sudah disusun lama oleh Team Artcare for Sumatera, Boni, Nunung, Sigit dan Ira melalui penggalangan dana dari Januari 2026, akhirnya momen hari ini Artcare for Sumatera dapat hadir di Aceh Tamiang "kami berterima kasih atas sambutan hangat dan penuh semangat dari warga Aceh Tamiang kepada Artcare Sumatera yang berasal dari Jogjakarta, semoga melalui seni lukis, tari, dan memasak dapat menjadi Art Therapy membantu warga yang terdampak banjir Hidrometeorologi Aceh Tamiang semoga dapat kembali pulih " ujar Ira, korator Artcare for Sumatera.


Banjir yang datang tanpa ampun itu tidak hanya merendam rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka batin, terutama bagi anak-anak yang masih menyimpan rasa takut dan kehilangan. Namun hari itu berbeda. Tarian lenggang lenggok dan canda tawa anak-anak Huntara II  mulai mengisi panggung yang disiapkan  dengan  sederhana.


Relawan Artcare for Sumatra dengan penuh ketulusan mengajak anak-anak untuk kembali bermain, bercanda, menari, berjoget dan mengekspresikan perasaan mereka melalui seni. Dengan seni, mereka menuangkan cerita—tentang air yang datang, tentang rumah yang hilang, hingga tentang harapan yang perlahan tumbuh kembali.


“Ini bukan sekadar tari dan joget ini adalah cara mereka menyembuhkan luka,” ungkap Zulkarnain  salah satu penghuni Huntara II dengan mata yang tak mampu menyembunyikan haru.


Tidak hanya anak-anak, para orang tua pun turut merasakan kehangatan dari kegiatan ini. Di tengah keterbatasan, kehadiran para relawan menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini.


Suasana yang semula dipenuhi keheningan dan kecemasan, kini perlahan berubah menjadi lebih hidup. Tawa kecil yang kembali muncul menjadi bukti bahwa harapan masih ada, bahkan di tengah keterpurukan.


Kehadiran Artcare for Sumatra di Huntara II bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kekuatan baru—bahwa dari luka, akan selalu ada jalan untuk bangkit.


Di Aceh Tamiang, di antara sisa-sisa bencana, harapan itu kini mulai tumbuh… perlahan, namun pasti. (REN).

×
Berita Terbaru Update